PEMETAAN REMAJA DENGAN STATUS MENTAL BERESIKO GANGGUAN PSIKOSIS BERDASARKAN FAKTOR RESIKO GENETIK DAN TRAUMA MASA LALU DI SURABAYA

HANAN SALSABILA, 111311133208 (2017) PEMETAAN REMAJA DENGAN STATUS MENTAL BERESIKO GANGGUAN PSIKOSIS BERDASARKAN FAKTOR RESIKO GENETIK DAN TRAUMA MASA LALU DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
Psi.70-17 Sal p - Abstrak.pdf

Download (319kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
Psi.70-17 Sal p - fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 8 November 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan remaja yang memiliki status mental beresiko gangguan psikosis berdasarkan faktor resiko genetik dan trauma masa lalu di Surabaya. Status mental beresiko gangguan psikosis merupakan gejala awal dari resiko perkembangan gangguan psikosis di kemudian hari. Faktor resiko merupakan sifat, karakteristik, atau ekspos apapun terhadap individu yang meningkatkan kecenderungan untuk mengembangkan gangguan. Faktor resiko pada penelitian ini merupakan faktor genetik dan trauma masa lalu yang terdiri dari kekerasan fisik, seksual, dan bullying. Subjek penelitian merupakan remaja yang berusia 15-21 tahun. Penelitian dilakukan pada sebanyak 328 subjek, yang terdiri dari 77 remaja laki-laki dan 251 remaja perempuan. Sebanyak 1 subjek penelitian sedang menempuh pendidikan SMP, 169 subjek sedang menempuh pendidikan SMA, dan 158 subjek sedang menempuh pendidikan perguruaan tinggi. Alat ukur yang digunakan berupa kuisioner identifikasi status mental beresiko gangguan psikosis yang dikembangkan oleh Ambarini (2016) dan mengacu pada teori at risk mental state milik Yung (1996). Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan crosstab, dengan bantuan program SPSS 22.0 for Windows. Hasil dari analisis data penelitian ini menunjukkan dari 328 subjek penelitian, sebanyak 117 subjek berada pada golongan status mental beresiko ringan, 76 subjek pada golongan sedang, 73 subjek pada golongan dipertanyakan, 42 subjek pada golongan agak berat, 18 subjek pada golongan berat, dan 2 subjek pada golongan tidak memiliki status mental beresiko. Analisis cross-tab menunjukkan sebanyak 50,5% memiliki faktor resiko bullying, 30,7% memiliki faktor resiko kekerasan fisik, 20,7% memiliki faktor resiko genetik, dan 14,9% memiliki faktor resiko kekerasan seksual. Hasil analisis keseluruhan menunjukkan faktor resiko bullying, kekerasan fisik dan bullying, dan bullying merupakan tiga faktor resiko tertinggi yang dimiliki subjek penelitian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Psi. 70-17 Sal p
Uncontrolled Keywords: remaja, status mental beresiko gangguan psikosis, faktor resiko, genetik, trauma masa lalu, kekerasan fisik, kekerasan seksual, bullying, gangguan psikosis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF699-711 Genetic Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HANAN SALSABILA, 111311133208UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTri Kurniati Ambarini, M.Psi., PsikologUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 07 Nov 2017 17:24
Last Modified: 07 Nov 2017 17:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66022
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item