ANALISIS PENGARUH STRUCTURAL EMPOWERMENT DAN PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM KESEHATAN (Studi Terhadap Program Pemberantasan dan Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sampang)

ELOK ALFIAH MAWARDI, 101514453042 (2017) ANALISIS PENGARUH STRUCTURAL EMPOWERMENT DAN PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM KESEHATAN (Studi Terhadap Program Pemberantasan dan Pengendalian Tuberkulosis di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sampang). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_TKA.23 17 Maw a.pdf

Download (23kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_TKA.23 17 Maw a.pdf
Restricted to Registered users only until 10 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kinerja program Pemberantasan dan Pengendalian Tuberkulosis (P2TB) masih belum mencapai standar minimal yang ditetapkan di tingkat Nasional sehingga perlu dilakukan studi tentang keberdayaan dari tim pengelola program P2TB di wilayah setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh structural empowerment (SE) dan psychologycal empowerment (PE) terhadap kinerja tim pelaksana program P2TB Puskesmas di Wilayah Kabupaten Sampang. Studi yang dilakukan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Unit analisis adalah tim pelaksana program P2TB di Puskesmas. Besar sampel dihitung menggunakan teknik proportional stratified random sampling dan diperoleh 20 tim pelaksana program P2TB di Puskesmas. Pengukuran variabel structural empowerment dan psychological empowerment dilakukan menggunakan kuesioner tertutup. Uji regresi linier digunakan untuk mengetahui tingkat pengaruh antara structural empowerment dan psychological empowerment, terhadap kinerja tim pelaksana program P2TB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dan positif antara structural empowerment dan psychological empowerment terhadap kinerja (proses) tim pelaksana program P2TB. Pengaruh antara structural empowerment terhadap kinerja tim pelaksana program P2TB dengan nilai p=0,030 dan b=0,307 sedangkan untuk psychological empowerment adalah p=0,000 dan b=0,686. Pengaruh antara structural empowerment dan psychological empowerment terhadap kinerja (hasil) tim pelaksana program P2TB tidak berpengaruh secara signifikan. Dibuktikan dengan nilai p=0,772 dan b=-0,126 structural empowerment sedangkan psychological empowerment dengan nilai p=0,049 dan b=0,445. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi structural empowerment dari lingkungan kerja cenderung berdampak positif pada psychological empowerment yang dirasakan oleh setiap anggota tim pelaksana program P2TB di Puskesmas. Persepsi tentang structural empowerment dan psychological empowerment yang baik memberikan kontribusi terhadap kinerja tim.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA.23/17 Maw a
Uncontrolled Keywords: structural empowerment, psychologycal empowerment, Puskesmas, Program P2TB, kinerja tim.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA410-410.9 Medical economics. Economics of medical care. Employment
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
ELOK ALFIAH MAWARDI, 101514453042UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNyoman Anita Damayanti, Dr., drg., MS.UNSPECIFIED
ContributorDewi Retno, Dr., Dra., M.Si., Psikolog.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 09 Nov 2017 18:02
Last Modified: 09 Nov 2017 18:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66185
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item