ANALISIS BIAYA PROGRAM PROMOSI KESEHATAN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN UPAYA RASIONALISASI ALOKASI ANGGARAN DI PUSKESMAS KOTA BATU

MONIKA KARTIKANING FAJAR AIN, 101514453040 (2017) ANALISIS BIAYA PROGRAM PROMOSI KESEHATAN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN UPAYA RASIONALISASI ALOKASI ANGGARAN DI PUSKESMAS KOTA BATU. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_TKA.24 17 Ain a.pdf

Download (35kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_TKA.24 17 Ain a.pdf
Restricted to Registered users only until 10 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Puskesmas yang dijalankan berdasarkan prinsip paradigma sehat, mengharuskan Puskesmas mengedepankan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang bersifat promotif dan preventif. Akan tetapi hal ini ternyata belum sepenuhnya terlaksana, tercermin dari jumlah alokasi anggaran program UKM di Puskesmas yang makin turun setiap tahun. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis biaya pada program promosi kesehatan sebagai dasar rekomendasi upaya rasionalisasi anggaran di Puskesmas. Metode yang digunakan dalam analisis biaya adalah metode Activity Based Costing (ABC). Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional yang dilakukan pada dua Puskesmas di Kota Batu yang dipilih berdasarkan kategori kawasan pedesaan dan kawasan perkotaan. Dari proses analisis biaya, diketahui adanya perbedaan antara jenis kegiatan promosi kesehatan yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas perkotaan dan Puskesmas pedesaan. Hasil perhitungan unit cost menunjukkan bahwa pada Puskemas perkotaan, kegiatan survei mawas diri merupakan jenis kegiatan dengan unit cost tertinggi sebesar Rp.412.999,-, dan unit cost kegiatan penyuluhan peningkatan kesadaran masyarakat tentang imunisasi sebesar Rp. 97.744,- adalah yang terkecil. Pada Puskesmas pedesaan, kegiatan dengan biaya satuan terbesar adalah survei mawas diri sebesar Rp. 708.736,-, dan kegiatan dengan biaya satuan terkecil adalah penyuluhan pada kelompok atau masyarakat tentang perilaku menjaga kebersihan diri sebesar Rp. 101.078,-. Komponen biaya terbesar yang menyusun unit cost pada kedua tipe Puskesmas berasal dari biaya pegawai dan biaya bahan habis pakai. Untuk melaksanakan seluruh jenis kegiatan program promosi kesehatan yang dapat menjangkau seluruh sasaran program dan mengintervensi seluruh kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dalam satu tahun, Puskesmas di kawasan perkotaan minimal membutuhkan biaya sebesar Rp. 223.496.072,- dan Puskesmas di pedesaan membutuhkan biaya minimal sebesar Rp. 251.986.367,-. Apabila dibandingkan dengan jumlah anggaran yang dialokasikan secara riil, masih terdapat kesenjangan yang cukup jauh dengan jumlah biaya yang dibutuhkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk merasionalkan jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program promosi kesehatan dapat ditempuh secara bertahap melalui advokasi anggaran kepada pihak penentu kebijakan anggaran di Pemerintah Kota Batu menggunakan informasi yang dihasilkan dari kegiatan analisis biaya program promosi kesehatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA.24/17 Ain a
Uncontrolled Keywords: Activity Based Costing, unit cost, promosi kesehatan
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5410-5417.5 Marketing. Distribution of products
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG6001-6051 Speculation
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MONIKA KARTIKANING FAJAR AIN, 101514453040UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorThinni Nurul Rochmah, Dr., Dra., Ec., M.Kes.UNSPECIFIED
ContributorWidodo J.P., dr., MS., M.PH., Dr., PH.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 09 Nov 2017 18:06
Last Modified: 09 Nov 2017 18:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66187
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item