UJI EKSTRAK DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscuss Rosasinensis L) TERHADAP METHICILLIN RESISTANT STHAPHYLOCOCCUS AUREUS

Muhammad El Kautsar, NIM011311133055 (2017) UJI EKSTRAK DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscuss Rosasinensis L) TERHADAP METHICILLIN RESISTANT STHAPHYLOCOCCUS AUREUS. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
FK PD 249-17 Kau u Abstrak.pdf

Download (290kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FK PD 249-17 Kau u Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 13 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit infeksi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, parasit, ataupun jamur. Penyakit infeksi dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lain dengan cara langsung maupun tidak langsung (WHO, 2015). Salah satu penyebab penyakit infeksi adalah bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi kulit yang disebabkan Staphylococcus aureus dapat berkisar dari masalah kulit ringan sampai dengan endocarditis. Pada tahun 1960-an muncul bakteri Staphylococcus aureus yang telah resisten penicillin yang diberi nama Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dikarenakan oleh produksi enzim penicillinase. Enzim penicillinase dapat memecah cincin β-lactam. Pengobatan parenteral umumnya dengan glikopeptida seperti vancomysin. Kuinolon generasi keempat dan linezolid alternatif mahal tetapi menjanjikan Metode yang digunakan adalah uji dilusi dengan lima perlakuan dan dua kontrol. Konsentrasi tertinggi yang dipilih adalah 1 g/ml. Replikasi dilakukan sebanyak lima kali. Setelah inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, dapat ditentukan konsentrasi hambat minimal (KHM), dengan mengamati secara visual perubahan tingkat kejernihan masing – masing tabung perlakuan terhadap kontrol. Selanjutnya, dilakukan streaking pada medium Nutrient Agar untuk mengetahui konsentrasi bunuh minimal (KBM). Dari penelitian ini, KHM tidak dapat ditentukan dan KBM pada konsentrasi 250 mg/ml. Ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscuss Rosasinensis L) disimpulkan memiliki aktifitas antibakteri terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan bahan aktif apa dalam ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscuss Rosasinensis L) yang memiliki mekanisme antibakteri terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) serta untuk mengetahui secara pasti nilai KHM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK.PD.249/17 Kau u
Uncontrolled Keywords: daun kembang sepatu (Hibiscuss Rosasinensis L), Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), KHM, KBM
Subjects: R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Muhammad El Kautsar, NIM011311133055NIM011311133055
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSuhartati, Prof. Dr. , dr.,MSUNSPECIFIED
ContributorManik Retno Wahyunitisari, dr.,MKesUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 03 Jan 2018 02:54
Last Modified: 03 Jan 2018 02:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66418
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item