EFEK EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KEPADATAN SERABUT KOLAGEN PADA LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus)

CHRISTIANA AYU MAHARANI, 021111068 (2017) EFEK EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KEPADATAN SERABUT KOLAGEN PADA LUKA PASCA PENCABUTAN GIGI TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
KG. 160-17 Mah e abstrak.pdf

Download (122kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
KG. 160-17 Mah e fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 14 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Pencabutan gigi adalah salah satu perawatan paling umum dalam bidang kedokteran gigi dimana gigi tersebut diindikasi mengalami penyakit periodontal, karies, trauma, infeksi periapikal. Penyembuhan luka pasca pencabutan melibatkan jaringan lunak dan jaringan keras. Kolagen memiliki peran penting pada penyembuhan luka untuk mengembalikan anatomi dan fisiologi struktur jaringan. Buah naga (Hylocereus polyrhizus) adalah sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan luka karena mengandung flavonoid, saponin, vitamin A, C, dan E. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas gel ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap kepadatan serabut kolagen pada penyembuhan luka pasca pencabutan gigi tikus Wistar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian post-test only control group. Subjek berupa 40 ekor tikus Wistar jantan berusia 2-3 bulan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi 8 kelompok secara acak, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Pencabutan gigi dilakukan pada gigi insisiv kiri rahang bawah. Setelah pencabutan, gel ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) konsentrasi 15%, 30%, 60% diaplikasikan ke dalam soket sedangkan kelompok kontrol menggunakan basis gel CMC-Na. Bekas luka dijahit dengan benang non-absorbable. Tikus Wistar dikorbankan pada hari ke-4 dan ke-7 setelah pencabutan dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Masson’s Trichrome kemudian diamati menggunakan mikroskop cahaya untuk melihat kepadatan serabut kolagen. Hasil: Data dianalisa menggunakan uji One-way Annova dan Tukey HSD. Terdapat perbedaan kepadatan serabut kolagen yang signifikan pada kelompok perlakuan 30%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan gel ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) mempengaruhi kepadatan serabut kolagen pada hari keempat dan ketujuh pasca pencabutan gigi. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa gel ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) mempercepat proses penyembuhan luka melalui pembentukan serabut kolagen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 160-17 Mah e
Uncontrolled Keywords: kulit buah naga, kepadatan serabut kolagen, penyembuhan luka
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
CHRISTIANA AYU MAHARANI, 021111068UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWisnu Setyari Juliastuti, drg., M.Kes.UNSPECIFIED
ContributorEster Arijani Rachmat, drg., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 14 Nov 2017 01:17
Last Modified: 14 Nov 2017 01:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66483
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item