PENGARUH HYPOXIC PRECONDITIONING TERHADAP EKSPRESI HEAT SHOCK PROTEIN (HSP) 27, HSP 70, DAN HSP 90 INTRASELULLAR PADA KULTUR ADIPOCYTE-DERIVED MESENCHYMAL STEM CELLS (AMSCs)

Aussie Fitriani Ghaznawie, dr, NIM011181302 (2017) PENGARUH HYPOXIC PRECONDITIONING TERHADAP EKSPRESI HEAT SHOCK PROTEIN (HSP) 27, HSP 70, DAN HSP 90 INTRASELULLAR PADA KULTUR ADIPOCYTE-DERIVED MESENCHYMAL STEM CELLS (AMSCs). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (59kB) | Preview
[img] Text (full text)
KARYA AKHIR.pdf
Restricted to Registered users only until 15 November 2020.

Download (1MB)

Abstract

Harapan terbaru terapi infark miokard yakni memanfaatkan kemampuan multipoten stem cells yang ditransplantasikan untuk reparasi dan regenerasi jaringan miokard. Tantangan terbesar yang dihadapi yakni rendahnya stem cell survival paska ditransplantasikan pada microenvironment pro-apoptotik pada area paska infark. Heat shock protein (HSP) merupakan protein intraselullar yang berfungsi sebagai chaperone serta dapat bersifat sitoproteksi, mengurangi stress oksidatif dan mencegah apoptosis. Teknik hypoxic preconditioning pada Adipocyte-derived Mesenchymal Stem Cells (AMSCs) diharapkan meningkatkan potensi survival cell tersebut dengan cara menginduksi peningkatan Heat Shock Protein (HSP). Oleh karena itu, peneliti ingin meninjau lebih lanjut peranan paparan hypoxic preconditioning (konsentrasi O2 1%) selama 24 jam pada AMSCs untuk meneliti ekspresi HSP 27 sebagai chaperone ATP independent, serta HSP 70 dan HSP 90 sebagai chaperone ATP independent secara in vitro. Tujuan : Untuk menganalisis ekspresi HSP 27, HSP 70 dan HSP 90 intraselullar pada AMSCc yang diberi perlakuan HPC (O2 1%) dibandingkan dengan normoxia (O2 21%) secara in vitro. Metode : Penelitian ini merupakan true experimental randomized post-test design study. Sel AMSCs diisolasi dari jaringan adiposa dan dikultur hingga pasase 4. Sampel kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok hypoxia (O2 1%) dan kelompok nomoxia (O2 21%). Karakteristik AMSCs dinilai secara imunositokimia dan flowcytometry pada CD 90+, CD 105+ dan CD45-. Metode immunocytofluoresence digunakan untuk melihat ekspresi HSP 27, HSP 70 dan HSP 90. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T 2 sampel bebas dan tes Mann Whitney U. Hasil : Immunocytofluoresence pada ekspresi HSP 27, HSP 70 dan HSP 90 menunjukkan peningkatan yang signifikan kelompok hypoxia dibandingkan dengan normoxia (272,00 ± 92,225 vs 86,19 ± 26,362 p<0.0001; 130,88 ± 45,416 vs 120,75 ± 97,113 p<0.05; 165,75 ± 58,930 vs 96,81 ± 22,578). Ekspresi HSP 27 meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan HSP 70 dan HSP 90. Hal ini diassumsikan oleh karena peran HSP 27 sebagai chaperone ATP independent dibandingkan dengan HSP 70 dan 90 yang merupakan chaperone ATP dependent. Pemeriksaan imunositokimia dan flowcytometry menunjukkan ekspresi positif CD 90+, CD 105+ dan ekspresi negtif CD45-. Kesimpulan : Hypoxic preconditioning pada kultur AMSCs secara signifikan meningkatkan ekspresi HSP 27, HSP 70 dan HSP 90.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS JP 06/17 Gha p
Uncontrolled Keywords: Adipocyte-derived Mesenchymal Stem Cells, Heat shock protein, Mesenchymal Stem Cell, Hypoxic preconditioning
Subjects: R Medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Jantung
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Aussie Fitriani Ghaznawie, dr, NIM011181302NIM011181302
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorI Gde Rurus Suryawan, dr., SpJP(K), FIHAUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 14 Nov 2017 18:15
Last Modified: 14 Nov 2017 18:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66520
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item