PEMILIHAN METODE PERENCANAAN PERSEDIAAN OBAT YANG EFEKTIF DAN EFISIEN ANTARA KONDISI RIIL, EOQ, DAN MMSL (Ditinjau dari Opportunity Cost dan Opportunity Loss Obat Stagnant dan Stockout di Instalasi Farmasi RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto)

ERTHA KUSUMA DEWI, 101314453054 (2017) PEMILIHAN METODE PERENCANAAN PERSEDIAAN OBAT YANG EFEKTIF DAN EFISIEN ANTARA KONDISI RIIL, EOQ, DAN MMSL (Ditinjau dari Opportunity Cost dan Opportunity Loss Obat Stagnant dan Stockout di Instalasi Farmasi RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_TKA.36 17 Dew p.pdf

Download (50kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_TKA.36 17 Dew p.pdf
Restricted to Registered users only until 15 November 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sistem perencanaan persediaan obat yang lemah mengakibatkan pemborosan anggaran, membengkaknya biaya pengadaan dan penyimpanan, meningkatnya risiko obat rusak dan kedaluwarsa. Masalah persediaan obat di RSUD RA Basoeni adalah tingginya obat stagnant sebesar 90,8%, obat stockout sebesar 2,8%, obat kedaluwarsa sebesar 6,4% periode Januari–Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode perencanaan persediaan yang paling efektif dan efisien antara kondisi riil, EOQ dan MMSL. Perhitungan kerugian akibat persediaan obat stagnant dan stockout menggunakan pendekatan asumsi opportunity loss dan opportunity cost. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan melalui pengamatan terhadap setiap tahapan analisis pada kondisi riil, simulasi dengan EOQ, dan simulasi dengan MMSL. Penelitian ini menghasilkan persentase persediaan obat normal pada kondisi riil sebesar 7%, pada simulasi dengan metode EOQ sebesar 34%, dan pada simulasi dengan metode MMSL sebesar 20%. Nilai total kerugian hasil analisis opportunity cost dan opportunity loss obat stagnant dan stockout pada kondisi riil adalah Rp 631.855.077, pada simulasi dengan metode EOQ adalah Rp 60.795.372, pada simulasi dengan metode MMSL adalah Rp 88.804.164. Persentase persediaan obat normal merupakan parameter metode perencanan dan pengendalian persediaan yang paling efektif. Nilai kerugian hasil analisis opportunity cost dan opportunity loss obat stagnant dan stockout merupakan parameter metode perencanan dan pengendalian persediaan yang paling efisien. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bahwa metode EOQ terpilih sebagai metode perencanaan persediaan yang paling efektif dan efisien yang dapat digunakan di Instalasi Farmasi RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK-2 TKA.36/17 Dew p
Uncontrolled Keywords: opportunity loss, opportunity cost, Economic Order Quantity, Minimum-Maximum Stock Level
Subjects: R Medicine > RB Pathology > RB37-56.5 Clinical pathology. Laboratory technique
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ERTHA KUSUMA DEWI, 101314453054UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorThinni Nurul Rochmah, Dr., Dra., Ec., M.Kes.UNSPECIFIED
ContributorDjazuly Chalidyanto, Dr., S.KM., M.ARS.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 14 Nov 2017 21:46
Last Modified: 14 Nov 2017 21:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66594
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item