PEMBENTUKAN CAUSAL AMBIGUITY DI TRANS MEDIA

Rr. ROOSWANTI PUTRI ADI AGUSTINI, 041317157314 (2017) PEMBENTUKAN CAUSAL AMBIGUITY DI TRANS MEDIA. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (55kB) | Preview
[img] Text (full text)
Disertasi Rr. ROOSWANTI PUTRI ADI AGUSTINI..pdf
Restricted to Registered users only until 15 November 2020.

Download (2MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Causal ambiguity merupakan unsur penting dalam pembentukan imperfectly imitable dan inti pada perspektif Resource-Based View (RBV). Meskipun merupakan unsur penting, masih sedikit penelitian yang membahas mengenai proses terbentuknya causal ambiguity. Memilih studi kasus stasiun televisi komersial di industri pertelevisian Indonesia, Trans Media, dalam penelitian ini dicoba dibuka black box bagaimana proses terbentuknya causal ambiguity. Keunggulan kompetitif berkelanjutan yang dicapai organisasi Trans Media setelah mengalami berbagai pembajakan sumber daya manusianya, merupakan fenomena causal ambiguity yang menarik untuk diteliti. Terjadinya causal ambiguity ditunjukkan dengan adanya perbedaan keyakinan antara organisasi pesaing mengenai kontribusi sumber daya organisasional, sumber daya fisik, dan sumber daya manusia terhadap kinerja organisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif inductive theory building melalui single case study, pada penelitian ini dibangun Model Spiral Pembentukan Causal Ambiguity dan disusun proposisi-proposisi untuk memahami bagaimana proses terbentuknya causal ambiguity. Causal ambiguity terbentuk dari Budaya Militan, Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Transformasional, dan Kepemimpinan Militan. Interaksi ketiga komponen harus menjaga salah satu atau kombinasi dari karakteristik tacitness, complexity, dan specificity sehingga tetap menjadi sumber causal ambiguity. Interaksi komponen pembentuk causal ambiguity terjadi di setiap tahap dalam siklus hidup organisasi yaitu tahap entrepreneurial, tahap collectivity, tahap formalization, dan tahap elaboration. Temuan penelitian ini memberikan implikasi menarik bagi pengembangan teori. Pertama, temuan utama penelitian memperluas konsep RBV, bagaimana pembentukan causal ambiguity dalam pengelolaan organisasi untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan. Kedua, pendekatan natural dalam analisis penelitian ini merupakan pembaruan dan pengembangan terhadap konsep siklus hidup organisasi dalam teori organisasi. Pendekatan natural pada penelitian ini berasumsi bahwa setiap tahap dalam siklus hidup organisasi merupakan satu sub siklus yang memungkinkan untuk berhenti dan tidak lanjut ke tahap berikutnya. Ketiga, Kepemimpinan Militan yang diusulkan pada penelitian ini sejalan dengan Complexity Leadership Theory tetapi berbeda pada unsur otoritas dan fleksibilitas. Kepemimpinan Militan memiliki otoritas penuh dan kapasitas tetap dalam menciptakan sistem yang adaptif untuk menghadapi lingkungan bisnis yang kompleks dan pasar yang dinamis. Model Spiral Pembentukan Causal Ambiguity dan proposisi yang dihasilkan bermanfaat bagi pelaku manajemen industri pertelevisian dalam mengambil keputusan operasional dan strategis. Pembentukan causal ambiguity penting bagi pelaku manajemen karena causal ambiguity adalah sumber dari keunggulan kompetitif berkelanjutan. Upaya pembentukan causal ambiguity memerlukan keterlibatan langsung para pendiri sekaligus pemilik yang berperan sebagai pemimpin militan (berkarakteristik tacitness, specificity, dan complexity) untuk membangun budaya organisasi yang berunsur militan (berkarakteristik tacitness, specificity, dan complexity). Para pemilik perusahaan, terutama perusahaan yang beroperasi di Indonesia, perlu meningkatkan keterlibatan langsung di dalam manajemen organisasi. Diperlukan penelitian selanjutnya pada organisasi yang sudah lama berdiri sehingga dapat diketahui evolusi Model Spiral Pembentukan Causal Ambiguity dari waktu ke waktu dalam berbagai generasi kepemimpinan. Penelitian selanjutnya juga diperlukan dengan melibatkan organisasi dan industri yang berbeda dari organisasi dan industri pada penelitian ini sehingga dapat dibandingkan komponen dan interaksi antar komponen yang terjadi dalam proses terbentuknya causal ambiguity. Proposisi yang dirumuskan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai titik awal untuk membentuk hipotesis yang dapat diuji secara empiris pada penelitian selanjutnya sehingga dapat diperoleh bobot setiap konsep dan kategori yang menunjukkan mana variabel dan indikator terkuat

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis EM 02/17 Agu p
Uncontrolled Keywords: Resource-Based View, causal ambiguity, industri pertelevisian Indonesia, budaya militan, praktik manajemen sumber daya manusia transformasional, kepemimpinan militan
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Doktoral Ilmu Manajemen
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Rr. ROOSWANTI PUTRI ADI AGUSTINI, 041317157314UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorFendy Suhariadi, Prof. Dr. , MT., PsikologUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Nov 2017 01:07
Last Modified: 22 Apr 2018 22:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66659
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item