PENGEMBANGAN MODEL KERAWANAN DAERAH SEBAGAI INDIKATOR KEWASPADAAN DINI LEPTOSPIROSIS DI DATARAN TINGGI

YUDIED AGUNG MIRASA, 101317087331 (2017) PENGEMBANGAN MODEL KERAWANAN DAERAH SEBAGAI INDIKATOR KEWASPADAAN DINI LEPTOSPIROSIS DI DATARAN TINGGI. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (19kB) | Preview
[img] Text (full text)
DISERTASI YUDIED AGUNG MIRASA 101317087331.pdf
Restricted to Registered users only until 15 November 2020.

Download (2MB)

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis berpotensi menimbulkan wabah dan endemis di beberapa wilayah Indonesia, terutama daerah yang sering banjir. Kasus leptospirosis tertinggi di Indonesia tahun 2013 adalah Jawa Timur. Ponorogo merupakan daerah kasus leptospirosis di daerah dataran tinggi. Sistem Kewaspadaan Dini sesuai Pedoman Kementerian Kesehatan tahun 2014 belum optimal dilaksanakan di daerah khsusnya pada kasus leptospirosis dataran tinggi. Tujuan Penelitian untuk pengembangan model kerawanan daerah sebagai indikator kewaspadaan dini leptospirosis di dataran tinggi. Jenis penelitian adalah analitik observational, desain case control membandingkan wilayah kasus dan wilayah belum ditemukan kasus. Populasi penelitian 50 desa tersebar di 4 kecamatan daerah dataran tinggi Kabupaten Ponorogo, dengan sampel: 10 Desa kasus dan 30 desa kontrol. Hasil penelitian diperoleh 6 jalur handal (CR>0,6), kemampuan prediksi baik (R20,681), konstruk baik (AVE>0,5). Analisis faktor risiko terdiri 11 indikator (agent, pengetahuan, sikap, tindakan, tikus dalam rumah, kandang sapi dekat rumah, kandang kambing dekat rumah, SPAL, lantai tanah, genangan air, dan mobilitas). Penyusunan Indeks Kerawanan Daerah atau K (Kriteria) = 0,264Agent + 0,097Vektor + 0,272PST + 0,468Fisik + 0,083Mobilitas. Risiko tinggi leptopsirosis dibuat tiga kriteria: K≥69 (11 indikator), K≥44 (10 indikator, tanpa Agent), K≥36 (7 indikator, tanpa Agent dan PST). Kesimpulan Penelitian adalah tersusun panduan model kerawanan daerah leptospirosis pada dataran tinggi dalam melengkapi panduan Kementerian Kesehatan tahun 2014. Panduan SKD ini bersifat surveilans aktif dapat dijalankan berdasarkan perubahan musim, kondisi lingkungan serta tidak menunggu kasus pada manusia. Kriteria risiko rendah dan risiko tinggi terjadi leptospirosis dibuat dalam pemetaan, untuk mempermudah intervensi pengendalian leptospirosis

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKC KK Dis IK 40/17 Mir p
Uncontrolled Keywords: kerawanan daerah, leptospirosis, dataran tinggi.
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
YUDIED AGUNG MIRASA, 101317087331UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRirih Yudhastuti, Prof. Dr. , drh., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Nov 2017 01:30
Last Modified: 15 Nov 2017 01:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66665
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item