RESPON Ig-M, HISTOPATOLOGI LIMPA DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT IKAN MAS SETELAH DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN PERENDAMAN EKSTRAK Spirulina platensis

WIDYA PRATIWI, 091414153004 (2017) RESPON Ig-M, HISTOPATOLOGI LIMPA DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT IKAN MAS SETELAH DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN PERENDAMAN EKSTRAK Spirulina platensis. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
TBPK. 02-17 Pra r abstrak.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
TBPK. 02-17 Pra r fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 16 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit Motile Aeromonad Septicemia (MAS) adalah penyakit bakterial yang sering menyerang ikan mas (Cyprinus carpio) dan jenis ikan air tawar tropis lainnya. Munculnya penyakit ini karena infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit yang diakibatkan A. hydrophila, menyebabkan terjadinya pendarahan pada bagian tubuh seperti kulit, perut dan pangkal sirip, sehingga dapat menimbulkan kematian pada ikan budidaya. Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri patogen yaitu dengan pemberian bahan alami yang dapat memodulasi sistem imun. Imunomodulator adalah senyawa dalam suatu bahan yang dapat memodulasi (melemahkan atau menguatkan) respon imun. Salah satu hasil laut yang dapat digunakan sebagai obat dan mempunyai banyak manfaat yaitu Spirulina platensis. Spirulina platensis memiliki senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2016 dan dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak Spirulina platensis terhadap kadar Ig-M, histopatologi jaringan limpa dan nilai diferensial leukosit dalam tubuh ikan Mas setelah diinfeksi A. hydrophila. Pemberian ektrak S. platensis dilakukan dengan cara perendaman. Perendaman ektrak S. platensis dilakukan setelah A. hydrophila diinfeksikan pada ikan Mas. Perendaman dilakukan 2x, yaitu hari kedua dan hari ke tujuh setelah infeksi A. hydrophila. Dosis perendaman terdiri dari 0 ppm (kontrol), dosis 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Lama perendaman dilakukan selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan perendaman ekstrak S.platensis dosis 200 ppm pada hari ke 7 meningkatkan jumlah Ig-M, diferensial leukosit dan menurunkan kerusakan struktur jaringan limpa ikan mas yang terserang A. hydrophila.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TBPK. 02-17 Pra r
Uncontrolled Keywords: Spirulina plantesis, Aeromonas hydrophila, histopatologi, Ig-M, diferensial leukosit
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries
Divisions: 09. Sekolah Pasca Sarjana
Creators:
CreatorsEmail
WIDYA PRATIWI, 091414153004UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLucia Tri Suwanti, Prof. Dr., drh. M.P.UNSPECIFIED
ContributorWoro Hastuti Satyantini, Dr., Ir.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 15 Nov 2017 21:40
Last Modified: 15 Nov 2017 21:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66705
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item