TRANSFORMASI DISKURSUS BUDAYA JAWA AREK DAN JAWA MATARAM DALAM LUDRUK KARYA BUDAYA MOJOKERTO

Autar Abdillah, 090970408 (2017) TRANSFORMASI DISKURSUS BUDAYA JAWA AREK DAN JAWA MATARAM DALAM LUDRUK KARYA BUDAYA MOJOKERTO. Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (60kB) | Preview
[img] Text (full text)
FIX_DISERTASI_AUTAR A..compressed.pdf
Restricted to Registered users only until 16 November 2020.

Download (2MB)

Abstract

Diskursus Budaya Jawa Arek dan Jawa Mataram cenderung saling mengalahkan satu sama lainnya. Perbedaan yang kontras ditunjukkan dalam perilaku sehari-hari maupun dalam seni pertunjukan, khususnya teater tradisional Ludruk. Bahkan, Ludruk sebagai produk diskursus budaya Jawa Arek dikontraskan dengan Kethoprak sebagai produk diskursus budaya Jawa Mataram. Kenyataannya, diskursus budaya Jawa Arek tidaklah lahir begitu saja tanpa tantangan yang sangat besar menghadapi ekspansi budaya Jawa Mataram. Permasalahan mendasar yang dihadapi adalah ketidaktahuan atas telah terjadinya relasi yang berkesinambungan Diskursus antara budaya Jawa Arek dan budaya Jawa Mataram. Dengan demikian, rumusan masalah disertasi ini adalah (1) Bagaimana filosofi budaya Jawa Arek dan budaya Jawa Mataram dalam Teater Tradisional Ludruk Karya Budaya Mojokerto menurut perspektif teori Diskursus Kekuasaan Foucault; (2) Bagaimana produksi pengetahuan budaya Jawa Arek dan budaya Jawa Mataram dalam lakon dan pertunjukan Teater Tradisional Ludruk Karya Budaya Mojokerto dalam perspektif teori Arkeologi Foucault; (3) Bagaimana muatan-muatan sejarah budaya Jawa Arek dan budaya Jawa Mataram menjadi perlintasan (trajectory) yang terorganisir dan tertata dalam Teater Tradisional Ludruk Karya Budaya Mojokerto, seperti resistensi atau kontestasi budaya Jawa Arek terhadap budaya Jawa Mataram melalui salah satunya lakon berdasarkan perspektif teori Genealogi Foucault melalui lakon Sawunggaling, Panji Pulang Jiwo, dan Untung Suropati. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk disertasi ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif terdiri atas serangkaian praktik material interpretatif yang membuat dunia bisa disaksikan. Praktik tersebut mengubah dunia menjadi serangkaian representasi,meliputi catatan lapangan, wawancara, percakapan, foto, rekaman, dan memo tentang diri. Foucault dalam Arkeologi maupun Genealogi yang menempatkan historis pada kenyataan yang dialami subjek yang berbicara. Realitas subjek saling berhubungan dengan semua fakta yang dilakukannya dengan segala kontingensi diskontinuitasnya sebagai analisis kritis poststrukturalis. Diskursus budaya Jawa Mataram bertansformasi dengan budaya Jawa Arek dalam Ludruk Karya Budaya Mojokerto dengan berbagai tahapan yang ditandai dengan adanya invasi kerajaan Mataram kedalam wilayah Budaya Jawa Arek. Transformasi mengalami resistensi sekaligus bersintesa karena budaya Jawa Arek dan Jawa Mataram memiliki rumpun budaya yang sama, yaitu budaya Jawa, sehingga resistensi yang terjadi tidak berlangsung lama. Transformasi Diskursus Budaya Jawa Arek dan Budaya Mataram dalam Ludruk Karya Budaya Mojokerto ditemukan dalam penggunaan penceritaan yang mengungkap hubungan Mataram dengan wilayah Arek, bahasa yang bercampur baur antara bahasa dalam budaya Jawa Arek dan budaya Jawa Mataram, dan kesamaan-kesamaan yang dimilikinya

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKB KK-2 Dis S 05/17 Abd t
Uncontrolled Keywords: Diskursus, Budaya, Arek, Mataram, Transformasi, Ludruk
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Autar Abdillah, 090970408UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWirawan, Prof. Dr. I.B. , SUUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Nov 2017 23:08
Last Modified: 15 Nov 2017 23:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66733
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item