PERGESERAN TEKS DALAM CERITA ANAK KARYA FITA CHAKRA

ICHWAN ARIF, 121514153023 (2017) PERGESERAN TEKS DALAM CERITA ANAK KARYA FITA CHAKRA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
TKSB.16.17 . Ari.p - ABSTRAK.pdf

Download (52kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
TKSB.16.17 . Ari.p - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 17 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat Aku Takut dan Bingung (SATdB), Aku Berani Bilang “Tidak” (ABBT), dan Aku Belajar Mengendalikan Diri (ABMD) karya Fita Chakra adalah cerita dengan jenis sastra anak yang menghadirkan sajian, bagaimana cara anak bisa melindungi diri dari ancaman kejahatan seksual dan bagaimana anak dapat mengendalikan diri terkait dengan sikap dan perilaku seksualitas. Mengajarkan anak untuk bisa melindungi diri dari ancaman kejahatan seksual dan mengajarkan anak untuk bisa melindungi diri dari ancaman penyakit seksual. Di balik pesan dalam pembelajaran tersebut, permasalahan dalam teks verbal dan gambar pendukung cerita menjadi problematik, yaitu tentang pergeseran teks dalam cerita anak. Berkaitan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan pergeseran teks cerita anak dari dalam cerita anak SATdB, ABBT, dan ABMD dengan konvensi cerita anak. Selain itu, juga menemukan makna cerita anak dalam cerita anak SATdB, ABBT, dan ABMD. Jenis penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Selain itu, pemanfaatan pendekatan stilistika dan semiotik yang dikembangkan Michael Riffaterre, pergeseran teks yang menjadi permasalahan utama dalam objek material cerita anak SATdB, ABBT, dan ABMD dapat diketahui dan dipahami. Teks verbal dan gambar yang terdapat dalam cerita anak SATdB, ABBT, dan ABMD memperlihatkan pergeseran teks dari konvensi cerita anak. Gaya tutur, diksi, kalimat, pencitraan, dan gambar sebagai pendukung masuk dalam tataran logika pembaca orang dewasa dari pada untuk anak. Narasi kekerasan seksual dan perilaku seksualitas disampaikan lebih vulgar, terang-terangan, tanpa tedeng aling-aling. Keberadaan stilistika yang terdapat dalam teks cerita adalah hal utama dalam mendukung keberadaan cerita. Apalagi, SATdB, ABBT, dan ABMD adalah cerita dibaca bukan untuk dibacakan orang tua pada anak, praktis harus memiliki korelasi positif dalam gaya penyampaian, gaya tutur, pemilihan kata dan kalimat, penggunaan citraan, serta gambar sebagai pendukung cerita harus mudah dicerna dengan logika pembaca anak. Ketidaksesuaian konstruksi ini bisa menjadikan isi cerita sebagi media praktis konkret, pembaca anak bisa meniru, membuka rasa ingin tahu tinggi, dan mengajak sesuai dengan isi konten dalam cerita anak tersebut.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK2 TKSB.16/17 Ari p
Uncontrolled Keywords: Pergeseran teks, konvensi sastra anak, teks verbal dan gambar pendukung cerita
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
ICHWAN ARIF, 121514153023UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNurul Chasanah, Dr., M.Hum.UNSPECIFIED
ContributorBramantio, S.S., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 31 Dec 2017 15:12
Last Modified: 31 Dec 2017 15:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66764
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item