NOVEL 86: STRATEGI DAN PANDANGAN OKKY MADASARI DALAM ARENA SASTRA INDONESIA

WINTA HARI ARSITOWATI, 121514153004 (2017) NOVEL 86: STRATEGI DAN PANDANGAN OKKY MADASARI DALAM ARENA SASTRA INDONESIA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
TKSB.32.17 . Ars.n - ABSTRAK.pdf

Download (52kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
TKSB.32.17 . Ars.n - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 17 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian berjudul Novel 86: Strategi dan Pandangan Okky Madasari dalam Arena Sastra Indonesia ini bertujuan menelaah strategi dan pandangan yang Madasari lakukan dalam kontestasinya guna meraih legitimasi dalam arena sastra Indonesia sejak tahun 2010 hingga 2016. Sebagai pengarang baru yang menerbitkan novelnya sejak 2010 dan tidak tergabung dalam komunitas sastra apapun, Madasari berusaha memperoleh posisi tertentu dalam arena sastra Indonesia tahun 2010 hingga 2016 melalui berbagai strategi. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu: 1) mengungkap kondisi arena sastra Indonesia sejak 2010 hingga 2016 yang menjadi tempat kontestasi simbolik Madasari; 2) menelaah kontestasi simbolik dan strategi yang dilakukan Madasari dalam arena sastra Indonesia sejak tahun 2010 hingga 2016; 3) mengkaji pandangan Madasari dalam berkontestasi simbolik di arena sastra Indonesia yang diungkap melalui novel 86. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, dengan pemanfaatan metode strukturalisme genetik dan teori arena produksi kultural yang dicetuskan Pierre Bourdieu untuk menelaah strategi dan pandangan Madasari untuk meraih legitimasi dalam arena sastra Indonesia. Peneliti menemukan bahwa Madasari mulai menulis novel-novel yang bertema perjuangan meraih kebebasan, pengakuan, dan keadilan di tahun 2009 yang merupakan era reformasi. Pengaruh yang ia dapat dari fenomena sosial sejak masa reformasi dimulai membuat peneliti mencoba menelaah struktur arena kekuasaan Indonesia di era reformasi sejak tahun 2005 hingga 2016 yang mempengaruhi praktik Madasari sejak 2010 hingga 2016. Pada tahun tersebut, berbagai jenis novel populer bermunculan di arena sastra Indonesia, begitu juga dengan festival sastra nasional dan internasional, serta komunitas sastra. Walau demikian, kondisi arena sastra Indonesia pada saat itu masih dikelilingi oleh agen-agen sastra legitimit, seperti Komunitas Utan Kayu, Dewan Kesenian Jakarta, majalah sastra Horison, serta fakultas sastra dan HISKI. Peneliti mengungkap bahwa Madasari yang bukan berasal dari agen sastra legitimit berusaha melakukan strategi tertentu untuk mendapatkan modal simbolik, tidak hanya dengan menulis novel tetapi juga mendirikan Asean Literary Festival, Rumah Muara, dan menjadi kolumnis lepas Jawa Pos. Melalui novel 86 karya Madasari, peneliti menemukan homologi antara skema generatif arena sosial Indonesia tahun 2005 hingga 2016, kontestasi simbolik Madasari dalam arena sastra Indonesia sejak 2010 hingga 2016, serta kontestasi yang dilakukan tokoh Arimbi dalam novel 86 untuk meraih pengakuan dan meningkatkan taraf hidup, yaitu mengenai keinginan masyarakat Indonesia untuk meraih kebebasan dan pengakuan. Peneliti menyimpulkan bahwa meski Madasari menggunakan beberapa strategi dalam kontestasi simbolik dalam arena sastra Indonesia, yaitu strategi investasi simbolik dan strategi investasi ekonomi, serta menulis novel yang kerap menyuarakan perjuangan untuk meraih kebebasan dan keadilan, namun ia belum mampu diakui sebagai pengarang legitimit dalam arena sastra Indonesia. Alih-alih membuat novel yang membangkitkan semangat perjuangan terhadap kebebasan dan keadilan, novel-novel Madasari justru menunjukkan bahwa perjuangan setiap tokohnya selalu dikalahkan oleh pihak penguasa. Madasari seakan mengukuhkan konstruksi sosial yang ada di masyarakat melalui novel-novelnya yang menunjukkan pandangannya mengenai kebebasan dan keadilan merupakan hal yang sulit didapatkan di Indonesia, sekalipun di era reformasi. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa pihak penguasa masih memegang kendali dalam ranah apa pun dan era reformasi tidak menjamin masyarakat untuk mendapat kebebasan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK2 TKSB.32/17 Ars n
Uncontrolled Keywords: Arena sastra Indonesia, kontestasi simbolik, Okky Madasari, pandangan, strategi
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
WINTA HARI ARSITOWATI, 121514153004UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIda Bagus Putera Manuaba, Prof. Dr. Drs., M.Hum.UNSPECIFIED
ContributorKukuh Yudha Karnanta, S.S., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 31 Dec 2017 15:39
Last Modified: 31 Dec 2017 15:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66803
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item