BATIK SEBAGAI SOUVENIR (Studi Deskriptif Menjadikan Batik Pamekasan Sebagai Souvenir Khas Pamekasan, Madura)

VADISA ARIFENA, 151411413030 (2017) BATIK SEBAGAI SOUVENIR (Studi Deskriptif Menjadikan Batik Pamekasan Sebagai Souvenir Khas Pamekasan, Madura). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_FV.PW.67 17 Ari b.pdf

Download (44kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_FV.PW.67 17 Ari b.pdf
Restricted to Registered users only until 16 November 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia adalah salah satu Negara yang mempunyai banyak budaya, seni dan sejarah yang beraneka ragam, salah satunya yaitu Batik yang merupakan warisan dari nenek moyang bangsa. Batik yang berasal dari kata “ambatik” yang berarti lukisan atau tulisan terbuat dari malam (lilin) yang sudah ada sejak masa kerajaan majapahit. Salah satu daerah penghasil batik yang terkenal adalah Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan yang mempunyai kekhasan dan keunikan batiknya. Kabupaten Pamekasan adalah kabupaten yang sangat menghargai budaya, sehingga kehidupan masyarakatnya tidak dapat dipisahkan dari norma dan nilai-nilai adat istiadat yang telah terbentuk dan berkembang sejak lama. Selain dikenal sebagai kabupaten budaya, Pamekasan juga dikenal sebagai daerah penghasil batik, batik-batik yang dihasilkan di Pamekasan ini berasal dari beberapa kecamatan seperti: Proppo, Pamekasan, Pademawu, Palengngaan dan Galis salah satunya kecamatan Proppo Desa Klampar ini yang dijadikan Sentra Batik Proppo. Di desa Klampar inilah yang menjual dan memproduksi batik khas Kabupaten Pamekasan. Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah (1) bagaimana upaya yang dilakukan untuk menjadikan batik Pamekasan sebagai souvenir khas Kabupaten Pamekasan, dan (2) bagaimana nilai lebih batik sebagai souvenir menurut konsumen. Metodelogi penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan penggunaan bahan dokumen. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan salah satunya dengan mengadakan binaan kepada pengrajin batik agar tetap memproduksi dan mempertahankan batik Pamekasan dengan memiliki ciri khas dan uniknya motif serta warna pada batiknya yang membedakan dengan batik-batik lainnya. Ciri khas inilah yang kemudian menjadi patokan bagi pengrajin batik untuk selalu memproduksi batik khas Pamekasan tersebut. Keesotikan dan keindahan batik Pamekasan yang menjadi daya tarik konsumen untuk membeli sebagai souvenir atau cinderamata yang sekaligus dapat melestarikan budaya bangsa inilah yang menjadi nilai lebih batik bagi konsumen. Dan dengan ciri khas batik Pamekasan yang memiliki warna mencolok dan motif flora fauna juga yang membuat konsumen tertarik untuk membeli batik. Itulah poin tersendiri untuk pengrajin batik agar tetap melindungi ciri khas dari batik Pamekasan agar tetap menjadi pilihan souvenir atau cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke Pamekasan.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKB KK-2 FV.PW.67/17 Ari b
Uncontrolled Keywords: batik, souvenir khas
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G154.9-155.8 Travel and state. Tourism
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Bisnis > D3 Kepariwisataan/Bina Wisata
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VADISA ARIFENA, 151411413030UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSri Endah Nurhayati, Dr., S.Sos., MSi.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 16 Nov 2017 19:09
Last Modified: 16 Nov 2017 19:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66808
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item