PERBEDAAN STATUS GIZI, TINGKAT KONSUMSI,SERTA KEJADIAN INFEKSI PADA ANAK BADUTA USIA 12-24 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI DESA RANDEGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGGULANGIN SIDOARJO

LURY NOVITA YURISTIANINGRUM, 101311233035 (2017) PERBEDAAN STATUS GIZI, TINGKAT KONSUMSI,SERTA KEJADIAN INFEKSI PADA ANAK BADUTA USIA 12-24 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI DESA RANDEGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGGULANGIN SIDOARJO. Skripsi thesis, Airlangga University.

[img]
Preview
Text (absrak)
ABSTRAK LURY.pdf

Download (58kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
LURY NOVITA Y.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi pada masa awal kehidupan. ASI mengandung zat gizi yang sesuai untuk optimalisasi tumbuh kembang bayi dan mencegah bayi mengalami penyakit infeksi. ASI eksklusif diberikan kepada bayi sampai usia 6 bulan dan setelahnya ditambah pemberian MP-ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa perbedaan status gizi, tingkat konsumsi energi dan protein, serta kejadin infeksi pada anak baduta ASI esklusif dan non ASI eksklusif usia 12-24 bulan di Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 44 anak baduta di Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Dimana terdiri dari anak baduta ASI eksklusif dan non ASI eksklusif masing-masing berjumlah 22 anak baduta. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, penimbangan berat badan, food recall 2x24 jam, kuesioner pengetahuan gizi anak, dan form PMBA. Data dianalisis menggunakan chi square. Status gizi baik anak baduta ASI eksklusif yaitu 95,5% dan non ASI eksklusif yaitu 59,1%. Tingkat konsumsi energi dan protein anak baduta ASI eksklusif cukup yaitu 68,2% dan 59,1, pada non ASI eksklusif dalam kategori cukup yaitu 95,5% dan 81,8%. Kejadian penyakit infeksi pada anak baduta ASI eksklusif yaitu 27,3% dan non ASI eksklusif yaitu 81,8%. Hasil dari penelitian pada kedua kelompok menunjukkan ada perbedaan signifikan (p<0,05) pada status gizi dan kejadian penyakit infeksi serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada tingkat konsumsi energi dan protein. Anak baduta ASI eksklusif memiliki status gizi baik yang lebih tinggi dan kejadian penyakit infeksi yang lebih rendah dari pada anak baduta non ASI eksklusif. Tingkat konsumsi energi dan protein pada kedua kelompok sama-sama dalam kategori cukup. Ibu anak baduta harus lebih memperhatikan higieni sanitasi lingkunga dan memberikan asupan makanan yang bergizi serta berimbang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK 338/17
Uncontrolled Keywords: ASI eksklusif, status gizi, penyakit infeksi, tingkat konsumsi energi,tingkat konsumsi protein
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Program Studi Gizi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LURY NOVITA YURISTIANINGRUM, 101311233035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMerryana Adriani, Dr., S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email dewi@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 17 Nov 2017 17:17
Last Modified: 19 Nov 2017 22:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/66856
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item