PENGARUH PEMBERIAN ESTROGEN, PROGESTERON, DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP EKSPRESI BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR MEDULA SPINALIS DALAM PROSES REGENERASI SARAF PERIFER TIKUS WISTAR JANTAN

Mochamad Rizki Yulianto, 011218206301 (2017) PENGARUH PEMBERIAN ESTROGEN, PROGESTERON, DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP EKSPRESI BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR MEDULA SPINALIS DALAM PROSES REGENERASI SARAF PERIFER TIKUS WISTAR JANTAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
PPDS.IBS. 05 - 17 Yul p abstrak.pdf

Download (28kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.IBS. 05 - 17 Yul p fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 28 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Cedera saraf perifer merupakan kasus yang cukup sering terjadi, dengan angka kejadian meliputi 2% dari seluruh kasus trauma. Sel saraf merupakan sel yang unik karena ketidakmampuannya dalam berproliferasi dan hanya mampu meregenerasi aksonnya. Brain-derived Neurotrophic Factor (BDNF) merupakan bagian dari kelompok neurotrofin yang paling aktif dalam menstimulasi neurogenesis. Pada beberapa penelitian ditemukan adanya faktor modulasi dalam proses regenerasi sel saraf tepi, yang dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Tujuan: Membuktikan pengaruh pemberian estrogen dan progesteron terhadap ekspresi BDNF pada medula spinalis dalam proses regenerasi saraf perifer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan acak lengkap. Transeksi total saraf iskiadicus dilakukan pada empat kelompok tikus. Masing-masing kelompok mendapatkan terapi hormon sesuai dengan kelompoknya. Terapi hormon diberikan tiap 3 hari selama 28 hari, dan pada hari ke-29 dilakukan terminasi, pengambilan sampel medula spinalis, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan ekspresi BDNF dengan metode IHC. Hasil: Pada kelompok kontrol, didapatkan ekspresi BDNF sel neuron medula spinalis sebesar 93,0  14,0 %. Sedangkan pada kelompok perlakuan, didapatkan ekspresi BDNF setelah pemberian terapi estrogen sebesar 77,25  19,19 %, progesteron sebesar 84,5  20,61 %, dan pada kombinasi estrogen dan progesteron sebesar 77,75  16,54 %. Dimana setelah dilakukan uji statistik, tidak ditemukan perbedaan bermakna diantara kelompok perlakuan (p = 0,316). Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian estrogen, progesteron, maupun kombinasi keduanya secara statistik tidak meningkatkan ekspresi BDNF yang bermakna bila dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IBS. 05 - 17 Yul p
Uncontrolled Keywords: Saraf perifer, saraf iskiadicus, estrogen, progesteron, neurotrofin, BDNF
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Saraf
Creators:
CreatorsEmail
Mochamad Rizki Yulianto, 011218206301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAgus Turchan, Dr., dr, Sp.BSUNSPECIFIED
ContributorHari Basuki Notobroto, Dr., dr, M.Kes.UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 27 Nov 2017 19:36
Last Modified: 27 Nov 2017 19:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67225
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item