Karakteristik Pasien Operasi Jantung Katup Aorta dan Mitral di RSUD Dr. Soetomo periode 2013 - 2017

Andri Syahrian, NIM011628236305 (2017) Karakteristik Pasien Operasi Jantung Katup Aorta dan Mitral di RSUD Dr. Soetomo periode 2013 - 2017. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
PPDS.BTKV. 06 - 17 Sya k abstrak.pdf

Download (183kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.BTKV. 06 - 17 Sya k fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 30 November 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Penyakit Katup Jantung disebabkan oleh penyakit demam rheuma, ataupun secara bawaan terdapat katup monokuspid, bicuspid, ataupun tricuspid yang menimbulkan kedua macam kelainan (yaitu stenosis atau regurgitasi) karena proses degenerative (Prof. Dr. Med. Puruhito, Buku Ajar Primer Ilmu Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular, 262 – 263) Pada kasus – kasus penyakit katup jantung stenosis berat dan regurgitasi berat memerlukan penanganan segera yang tidak boleh diabaikan. Angka survival rate dalam 2 tahun dari seseorang dengan diagnosa aorta stenosis berat adalah 50 persen, sedangkan survival rate untuk 5 tahun adalah 20 persen. (AHA Guidelines, May 2016) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk berbagi pengalaman kami dengan menggambarkan secara retrospektif outcome dari kasus – kasus operasi katup jantung Aorta dan Mitral di RS. Dr. Soetomo Surabaya periode 2013 -2017 Metode : Pasien yang kami kategorikan dan kami masukkan dalam penelitian kami ini adalah pasien operasi katup jantung Aorta, Mitral atau keduanya. Pada umumnya pasien yang dioperasi katup jantungnya didiagnosa dengan kelainan stenosis berat atau regurgitasi berat. Dan ada juga sebagian kecil beberapa pasien yang dioperasi dengan kelainan katup kongenital atau merupakan kombinasi operasi jantung yang lain semisal operasi bypass dan katup jantung. Metode dari penelitian kami ini adalah dengan cara menelaah rekam medis dari pasien – pasien yang dioperasi katup jantungnya Di RSUD Dr. Soetomo periode 2013 – 2017. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan jantung. Pada semua pasien dilakukan pemeriksaan diagnostik Echo jantung dan kateterisasi jantung. Pendekatan bedah dilakukan dengan median sternotomie. Setelah preparasi jantung, pemasangan kanulasi, lalu mesin paru jantung diaktifkan. Setelah plegi dan pemasangan vent, maka tindakan yang selanjutnya dilakukan ialah apabila katup jantung masih dapat diselamatkan maka dilakukan tindakan rekonstruksi katup jantung, dan apabila rekonstruksi tidak memungkinkan, maka dilakukan tindakan penggantian katup dengan katup mekanis atau biologis yang sebelum operasi telah di inform consent dan disetujui oleh pasien, lalu disesuaikan dengan ukuran katup pada tiap pasien. Kemudian dilakukan pengecekan fungsi fisik katup jantung baik oleh operator, juga dengan TEE (Transesofagus Echokardiografi). Setelah kontrol perdarahan, baru kemudian sternotomi diikat dengan kawat, kemudian luka ditutup dengan dijahit. Hasil: Dari 61 rekam medik pasien operasi katup jantung yang memenuhi kriteria penelitian ini, akhirnya kami mendapatkan hasil yang diantaranya, umur rata – rata dari pasien yang dioperasi adalah 42 tahun. 38 pasien atau 62,30% dari pasien yang dioperasi adalah perempuan. Sedangkan 23 pasien atau 37,70% pasien berjenis kelamin laki – laki. Penyakit kelainan katup yang dioperasi didominasi oleh penyakit jantung Rhematoid yaitu sebanyak 47 pasien atau sekitar 78,33%. Sedangkan letak katup yang dioperasi didominasi oleh katup Mitral (70,13%), katup Aorta (25,97%) di posisi kedua dan katup Trikuspid (3,90) di posisi terakhir. Ada 7 pasien (15,22%) membutuhkan support dari obat-obatan di ICU inotropik pasca operasi. Pada 20 pasien (32,79%) ditemukan Aritmia atau gangguan irama jantung pada pasien pasca dilakukannya tindakan operasi. 1 pasien mengalami Pneumothorax dextra pasca operasi, diatasi dengan dilakukan tindakan pemasangan chest tube pasca operasi (1,64%). Dalam rata – rata 14,7 hari setelah operasi, ada 59 pasien (96,43%) berangsur sembuh dan beraktifitas ringan. Sejumlah 2 pasien (3,28%) meninggal dunia. Kesimpulan: Penatalaksanaan bedah operasi katup jantung Aorta dan Mitral pada kasus stenosis dan regurgitasi periode 2013 – 2017 di RSUD Dr. Soetomo, saat ini telah menjadi standar prosedur utama dan dilakukan dengan baik di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.BTKV. 06 - 17 Sya k
Uncontrolled Keywords: Aorta, Mitral, regurgitasi, stenose
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Andri Syahrian, NIM011628236305NIM011628236305
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYan Efrata Sembiring, dr., Sp.B(K)TKVUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 29 Nov 2017 16:52
Last Modified: 29 Nov 2017 16:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67254
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item