PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN

BENNY NUGROHO SADHI BUDHIONO, S.H., 031324153038 (2017) PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (42kB) | Preview
[img] Text (full text)
TESIS BENNY OK FIX.compressed.pdf
Restricted to Registered users only until 6 December 2020.

Download (996kB)

Abstract

Pertanggungjawaban yuridis anak dibawah umur dalam KUHP dan pertanggungjawaban pidana anak di bawah umur menurut UU SPPA, jelaslah bahwa anak di bawah umur yang melakukan tindak pidana, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku yaitu dengan melihat pada unsur pasal yang didakwakan yaitu pasal yang ada dalam KUHP, namun proses persidangan sesuai dengan apa yang diatur oleh UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Apabila ternyata unsur pasal yang didakwakan terbukti dan dilakukan dengan kesalahan maka menurut Pasal 81 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, hukuman atau pidana penjara yang dapat dijatuhkan kepada anak di bawah umur yang sudah melakukan kejahatan adalah paling lama ½ (satu perdua) dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa. Dan dalam Pasal 81 ayat (6) disebutkan bahwa “Jika tindak pidana yang dilakukan anak merupakan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, pidana yang dijatuhkan adalah pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun. Perbandingan antara kedua kasus yang dianalisa penulis adalah, didalam kasus pertama yaitu putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor: 11/Pid.Sus/Anak/2015/PT. Bdg terdakwanya masih termasuk kategori anak, dan putusan yang kedua putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru NOMOR: 97/PID.SUS/2015/PT. PBR. dimana terdakwanya sudah dewasa. Didalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa anak, majelis hakim sudah benar-benar memberikan perlindungan terhadap anak, dimana dalam putusan yang pelakunya masih anak-anak tersebut hanya dijatuhi hukuman berupa tindakan dengan menyerahkan dan menempatkan anak ke Dinas Sosial BRSMP (Balai Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra) Cilengsi Bogor. Hal tersebut sudah tepat, dikarenakan terdakwa masih berstatus anak-anak. Penulis berpendapat bahwa Majelis Hakim dalam putusan tersebut sudah benar-benar memperhatikan arti dari perlindungan anak, meskipun anak tersebut sebagai seorang tersangka. Perbedaannya dengan putusan yang kedua. Dimana hukuman yang diterima oleh terdakwa sangat jauh berbeda, padahal kasus yang terjadi hampir sama. Dalam putusan yang kedua terdakwa dikenakan hukuman pidana selama 5 tahun, sangat jauh berbeda dengan putusan pertama yang hanya dikenakan sanksi tindakan. Dengan begitu sudah sangat jelas bahwa undang-undang benar-benar memperhatikan anak baik sebagai korban tindak pidana maupun sebagai pelaku pidana.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THD 29/17 Bud p
Uncontrolled Keywords: Penegakan Hukum, Anak Pelaku Pencabulan
Subjects: K Law
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
BENNY NUGROHO SADHI BUDHIONO, S.H., 031324153038UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorToetik Rahayuningsih, Dr. , S.H., M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 06 Dec 2017 01:04
Last Modified: 06 Dec 2017 01:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67361
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item