ANALISIS FITUR METALEKSIKOGRAFI DALAM PEMBUATAN MODEL KAMUS PEWAYANGAN BAHASA JAWA-INDONESIA BERBASIS KORPUS

IKA NURFARIDA, 121514253013 (2017) ANALISIS FITUR METALEKSIKOGRAFI DALAM PEMBUATAN MODEL KAMUS PEWAYANGAN BAHASA JAWA-INDONESIA BERBASIS KORPUS. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
TIL 13-17 Nur a Abstrak.pdf

Download (317kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
TIL 13-17 Nur a Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 7 December 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Metaleksikografi merupakan penerapan praktis dari leksikografi yang memiliki fungsi untuk meneliti metode leksikografi. Perancangan awal dalam membentuk kamus pewayangan yang berbasis korpus dibentuk karena kamus yang bertemakan budaya masih jarang diulas saat ini. Kamus yang berkaitan dengan budaya wayang memiliki kekayaan kosakata sehingga penting untuk dipublikasikan karena kosakata yang dimiliki jarang digunakan untuk komunikasi sehari-hari. Hal ini menyebabkan para penonton jarang ada yang mengerti kata-kata dalam pertunjukan wayang kulit. Penelitian ini mengklasifikasikan kosakata bahasa pewayangan yang telah ditemukan ke dalam sembilan domain semantik berdasarkan Moe (2003) dan berdasarkan strategi penerjemahan oleh Baker (2011). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu transkripsi cerita pertunjukan wayang kulit yang berjudul Dasamuka Gugur dan dibawakan oleh Ki Anom Hartono. Metode wawancara digunakan untuk interpretasi data yang tidak ditemukan dalam kamus Bahasa Jawa. Peneliti mengambil 104 kata dengan frekuensi kemunculan tertinggi yang dianalisis serta diklasifikasikan berdasarkan domain semantik dan strategi penerjemahannya. Peneliti menggunakan empat kamus untuk menemukan arti kata pada bahasa pewayangan yang menggunakan bahasa Jawa dalam cerita Dasamuka Gugur. Selanjutnya, peneliti membuat model rancangan fitur kamus yang telah ditentukan berdasarkan penelitian terdahulu. Hasil penelitian yaitu terdapat tujuh domain semantik dari 104 kosakata yang sesuai dalam cerita wayang kulit Dasamuka Gugur. Ketujuh domain semantik ini adalah alam semesta, orang, bahasa dan pikiran, perilaku sosial, gerakan fisik, keadaan, dan tata bahasa. Terdapat 58 kata yang termasuk ke dalam domain tata bahasa, 10 domain alam semesta, 5 domain orang, 1 domain bahasa dan pikiran, 22 domain perilaku sosial, 1 domain gerak fisik, dan 4 domain keadaan. Hasil untuk strategi penerjemahan yang digunakan yaitu 50 kata dengan strategi penerjemahan secara hiponimi, 41 kata dengan strategi substitusi budaya, dan 13 kata dengan strategi kata pinjaman. Fitur-fitur entri yang digunakan ada sembilan fitur yaitu lema, pengucapan, jenis kata, kelas kata, tingkatan kata, terjemahan kata, contoh penggunaan, terjemahan contoh penggunaan, dan gambar.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK2 TIL.13/17 Nur a
Uncontrolled Keywords: domain semantik, fitur entri kamus, strategi penerjemahan, wayang, metaleksikografi
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P302-302.87 Discourse analysis
Divisions: 12. Fakultas Ilmu Budaya > Magister Kajian Sastra dan Ilmu Budaya
Creators:
CreatorsEmail
IKA NURFARIDA, 121514253013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDeny Arnos Kwary, S.S., M.Hum., Ph.DUNSPECIFIED
ContributorMochtar Lutfi, S.S., M.HumUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 08 Jan 2018 19:02
Last Modified: 08 Jan 2018 19:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67421
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item