HUBUNGAN ANTARA HASIL PENILAIAN BREASTFEEDING SELF-EFFICACY SCALE- SHORT FORM(BSESSF) DENGAN INFANT BREASTFEEDING ASSESSMENT TOOL(IBFAT) PADA BAYI LATE PRETERM YANG MENDAPAT AIR SUSU IBU

Kartika Darma Handayani, 0115819049303 (2017) HUBUNGAN ANTARA HASIL PENILAIAN BREASTFEEDING SELF-EFFICACY SCALE- SHORT FORM(BSESSF) DENGAN INFANT BREASTFEEDING ASSESSMENT TOOL(IBFAT) PADA BAYI LATE PRETERM YANG MENDAPAT AIR SUSU IBU. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
PPDS.IKA. 20-17 Han h abstrak.pdf

Download (42kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.IKA. 20-17 Han h fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 8 December 2020.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Bayi late preterm perhatian khusus minggu pertama, mereka tidak memiliki kemampuan menyusu yang sama, keterbatasan koordinasi menghisap-menelan-dan bernafas saat menyusu, kemampuan merespon rasa lapar, menghentikan kegiatan menyusunya sebelum kenyang, dan mudah tertidur saat menyusu.Dibutuhkan alat ukur menilai perilaku menyusui sehingga tidak terlambat menilai kemampuan menyusui bayi late preterm. Skor IBFAT sebuah alat yang dikembangkan mengukur perilaku menyusui bayi cukup bulan yang mengalami kesulitan menyusu. Breastfeeding Self-Efficacy(BSE) merupakan keyakinan diri seorang ibu terhadap kemampuan dirinya untuk menyusui bayinya. Tujuan:Menganalisis hubunganskor BSES-SF dengan skor IBFAT padabayi late preterm yang mendapat ASI. Metode: Observasional analitik selama Maret-Mei 2017, dengan subyek ibu dan bayi late pretermdalam kondisi STABLE dan siap menyusui, di NICU level 1 dan 2 RSUD dr. Soetomo, dilakukan penilaian skor BSES-SF pada ibu dan skor IBFAT pada bayinya. Analisis statistik dengan Spearman korelasi. Hasil:Enam puluh dua sampel dianalisis. Skor BSES-SF rerata skor total 56,92 ± 9,27, median 57,50. Retara dimensi tehnik 36,73± 9,27 median 37,00. Rerata dimensi interpersonal 20,19± 3,07 median 20,00.Rentang IBFAT skor total diperoleh nilai tengah 8Rerata skor total 8,23 ± 2,15, kategori skor IBFAT terbanyak cukup efektif menyusu. Korelasiskor total BSES-SF dan IBFAT bayi late preterm dengan korelasi positif kekuatan sedang rs=0,448 statistik bermakna (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara skor total BSE-SF dengan skor total IBFAT pada bayi late preterm yang mendapat ASI.Ibu bayi late preterm memiliki tingkat percaya diri yang tinggi untuk melakukan aktivitas menyusui bayi late preterm.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IKA. 20-17 Han h
Uncontrolled Keywords: Ibu dan bayi late preterm, BSES-SF, IBFAT
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ370-550 Diseases of children and adolescents
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Kesehatan Anak
Creators:
CreatorsEmail
Kartika Darma Handayani, 0115819049303UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAgus Harianto, dr., SpA (K)UNSPECIFIED
ContributorRisa Etika, Dr., dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorIrwanto, Dr., dr., SpA(K)UNSPECIFIED
ContributorHari Basuki, Dr., dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 07 Dec 2017 20:58
Last Modified: 07 Dec 2017 20:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67484
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item