PERBANDINGAN KADAR BUN SERUM DAN KADAR KREATININ PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS HEMODIALISA BERDASARKAN KELOMPOK USIA 20-70 TAHUN DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA DALAM KURUN WAKTU JANUARI–JULI 2016

KHAULA ROSIDAH, 151410113056 (2017) PERBANDINGAN KADAR BUN SERUM DAN KADAR KREATININ PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS HEMODIALISA BERDASARKAN KELOMPOK USIA 20-70 TAHUN DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI SURABAYA DALAM KURUN WAKTU JANUARI–JULI 2016. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (153kB) | Preview
[img] Text (full text)
Tugas Akhir.pdf full text.pdf
Restricted to Registered users only until 8 December 2020.

Download (1MB)

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah merupakan menurunnya fungsi ginjal yang berlangsung lama dan bertahap, sifatnya progresif dengan kreatinin klirens. Penurunan atau kegagalan fungsi ginjal berupa fungsi ekskresi, pengaturan, dan hormonal dari ginjal. Sebagai kegagalan sistem eksresi menyebabkan menumpuknya zat toksik dalam tubuh dan menyebabkan sindroma uremia. Salah satu terapi pengganti adalah Hemodialisis yang bertujuan menggantikan fungsi ginjal. Pemeriksaan kadar BUN dan Kreatinin serum digunakan untuk mengetahui adanya kelainan ginjal. Berdasarkan Pusat Data & Informasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, jumlah pasien gagal ginjal kronik diperkirakan sekitar 50 orang per satu juta penduduk, 60% nya adalah usia dewasa dan lanjut. Gagal ginjal kronik dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain hipertensi, diabetes mellitus, usia, dll. Dipengaruhi oleh faktor usia karena semakin seseorang berusia lanjut, maka semakin menurun pula proses metabolisme dan fungsi sel-selnya. Sehingga kondisi pasien gagal ginjal kronis pada orang berusia lanjut cenderung memberikan hasil BUN dan kreatinin yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien dengan usia lebih muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya pada Januari-Juli 2016. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 30 sampel. Dan didapatkan 20 sampel dengan kadar BUN dan 30 kadar Kreatinin serum yang tinggi, dan 10 sampel dengan kadar BUN normal. Hasil analisis data menggunakan aplikasi SPSS metode Pearson Correlation dan didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,000. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara kadar BUN serum dengan kadar Kreatinin serum. Sehingga hipotesa dalam penelitian ini sesuai dengan kajian pustaka dan dapat diterima.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.AM 43/17 Ros p
Uncontrolled Keywords: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, BUN serum, Kreatinin serum, Usia.
Subjects: R Medicine
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Analis Medis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
KHAULA ROSIDAH, 151410113056UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSutji Kuswarini S, ,dr., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 07 Dec 2017 20:43
Last Modified: 07 Dec 2017 20:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67491
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item