Fungsi Mitos Larangan Pernikahan Antara Laki-Laki Desa Kebowan dengan Perempuan Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati

Arif Giarto, 071211731067 (2017) Fungsi Mitos Larangan Pernikahan Antara Laki-Laki Desa Kebowan dengan Perempuan Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fis.ANT.66.17 . Gia.f - ABSTRAK.pdf

Download (27kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Fis.ANT.66.17 . Gia.f - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 11 December 2020.

Download (796kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (JURNAL)
Fis.ANT.66.17 . Gia.f - JURNAL.pdf

Download (220kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mitos merupakan bagian dari sistem kepercayaan, dalam artian kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan ghaib, terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Mitos larangan pernikahan antara laki-laki Desa Kebowan dengan perempuan Desa Klecoregonang sampai sekarang ini masih dipercayai oleh masyarakat. Mitos pernikahan ini sangat menarik untuk diteliti karena masyarakat masih mempercayai adanya mitos ini di zaman yang modern. Rumusan maslah penelitian ini, pertama bagaimana mitos larangan pernikahan antara laki-laki Desa Kebowan dengan perempuan Desa Klecoregonang tersebut. Kedua, bagaimana masyarakat menyikapi tentang adanya mitos larangan pernikahan antara laki-laki Desa Kebowan dengan perempuan Desa Klecoregonang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang berarti penelitian ini berusaha menggambarkan segala hal dan mengisahkan secara terperinci suatu fenomena. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 15 orang. Teknik analisis data pada penelitian ini sesuai dengan kenyataan yang ada pada lapangan, penulis tidak memberikan penafsiran atau menambahkan suatu asumsi mengenai kebudayaan yang telah diteliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mitos larangan pernikahan antara laki-laki-laki Desa Kebowan dengan perempuan Desa Klecoregonang memiliki pesan yaitu, pertama larangan pernikahan dengan saudara kandung sendiri incest. Kedua, sesama saudara harus rukun terlebih lagi kepada saudara kandung. Mitos ini juga mendapat respon dari masyarakat, respon masyarakat ini ada yang menyetujui dan ada yang menolak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.ANT.66/17 Gia f
Uncontrolled Keywords: Mitos, Incest, Pernikahan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
Arif Giarto, 071211731067UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSri Endah Kinasih, S.Sos,. M. Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 13 Dec 2017 20:54
Last Modified: 13 Dec 2017 20:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67586
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item