PROFIL FAKTOR PREDIKTOR RESPONS TERAPI PASIEN DIFFUSE LARGE B-CELL LYMPHOMA DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA Penelitian deskriptif observasional retrospektif Poli Onkologi Satu AtapDivisi Hemato Onkologi Medik Departemen Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya

MOCHAMMAD DILLIAWAN, 011180225 (2017) PROFIL FAKTOR PREDIKTOR RESPONS TERAPI PASIEN DIFFUSE LARGE B-CELL LYMPHOMA DI RSUD DR SOETOMO SURABAYA Penelitian deskriptif observasional retrospektif Poli Onkologi Satu AtapDivisi Hemato Onkologi Medik Departemen Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
PPDS.IPD.28-17 Dil p abstrak.pdf

Download (315kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.IPD.28-17 Dil p fulltext.pdf
Restricted to Registered users only until 12 December 2020.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan rituximab sebagai pengobatan substansial pada Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) menunjukkan angka ketahanan hidup yang masih rendah oleh karena kejadian relaps yang tinggi. Sejumlah faktor prediktor relaps diteliti, namun membutuhkan biaya yang tinggi dan tidak aplikatif. Rasio limfosit-monosit (RLM) dilaporkan sebagai faktor prediktor respons terapi pasien DLBCL. Tujuan: Mengetahui profil faktor prediktor antara lain usia, LDH, stadium Ann Arbor, keterlibatan ekstranodal dan rasio limfosit-monosit (RLM) dengan respons terapi pasien LNH tipe Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL) di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Metode: Penelitian deskriptif observasional retrospektif pada 203 subjek yang menjalani kemoterapi R-CHOP selama tahun 2013 - 2017. Faktor prediktor yang diteliti adalah usia, LDH, stadium Ann Arbor, keterlibatan ekstranodal dan RLM yang kemudian dilihat respons terapinya setelah kemoterapi 4 siklus. Data berasal dari rekam medik. Hasil: Rerata umur subjek penelitian adalah 51 tahun (rentang 18-79 tahun). Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 126 (62,6%). Nilai LDH dengan median 203 (rentang 110-1863). Stadium Ann Arbor dengan rincian; stadium I : 12 orang, stadium II: 18 orang, stadium III: 170 orang, dan stadium IV: 3 orang. Pasien dengan keterlibatan ekstranodal 28 orang. Nilai RLM dengan median 2,53 (rentang 0,34-39,01). Kejadian pasien DLBCL yang respons setelah kemoterapi standar sebanyak 151 orang (74,4%) sedangkan untuk yang tidak respons (nonresponder) sebanyak 52 orang (25,6%). Kesimpulan: Kelompok usia ≥60 tahun, pasien yang respons 32 orang (21,2%) sedangkan yang tidak respons 24 orang (46,2%). Kelompok LDH ≥200, pasien yang respons 84 orang (55,6%) sedangkan yang tidak respons 49 orang (94,2%). Kelompok stadium III-IV, pasien yang respons 127 orang (84,1%) sedangkan yang tidak respons 6 orang (11,1%). Kelompok dengan ekstranodal (positif), pasien yang respons 14 orang (26,9%) sedangkan yang tidak respons sebanyak 15 orang (9,9%). Kelompok RLM < 2,6, pasien yang respons 67 orang (44,4%) sedangkan yang tidak respons 44 orang (84,6%).

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IPD.28-17 Dil p
Uncontrolled Keywords: DLBCL, respons terapi, faktor prediktor, RLM
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Penyakit Dalam
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MOCHAMMAD DILLIAWAN, 011180225UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorS. Ugroseno, Dr., dr, SpPD-KHOM, FINASIMUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 11 Dec 2017 18:23
Last Modified: 11 Dec 2017 18:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67674
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item