PERLAWANAN GERAKAN PEREMPUAN GUAM DALAM MERESPON MILITERISME AMERIKA SERIKAT

SRI HARINI WIJAYANTI, 071311233049 (2017) PERLAWANAN GERAKAN PEREMPUAN GUAM DALAM MERESPON MILITERISME AMERIKA SERIKAT. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fis.HI.41.17 . Wij.p - ABSTRAK.pdf

Download (163kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Fis.HI.41.17 . Wij.p - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 13 December 2020.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (FULL ARTICLE)
Fis.HI.41.17 . Wij.p - JURNAL.pdf

Download (337kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berusaha melihat dengan lebih menyeluruh bagaimana perlawanan gerakan perempuan Guam merespon peningkatan militerisme Amerika Serikat di pulau tersebut. Sejak kekalahan Spanyol terhadap Amerika Serikat pada Spanish-American War dan ditandantanganinya Treaty of Paris antara kedua belah pihak pada 1898, Guam telah menjadi unincorporated territory Amerika Serikat. Hal ini membuat para penduduk Guam, yang mayoritas adalah suku Chamorro, memiliki status sebagai warga negara namun tidak memiliki hak suara dan hak pilih pada lingkup pemeritahan pusat sehingga tidak memiliki kuasa untuk terlibat dalam pembentukan kebijakan. Militerisme yang dilakukan Amerika Serikat di Guam telah memberikan dampak negatif pada para penduduk Guam dan perempuan khususnya. Kebijakan militerisme ini telah diterapkan sejak Perang Dunia II dan mengalami peningkatan pada 2006 ketika Amerika Serikat dan Jepang menandatangani perjanjian untuk relokasi ribuan pasukan militer di Okinawa ke Guam. Para aktivis dan inisiator perlawanan gerakan perempuan Guam memberikan respon terhadap kebijakan yang dinilai dapat berdampak negatif bagi keberlangsungan hidup masyarakat Guam ini. Menggunakan teori feminist security, pendekatan peace activism, dan prinsip self-determination, penulis melakukan analisa mendalam untuk mengetahui respon yang diberikan perlawanan gerakan perempuan Guam terhadap pemerintahan neokolonialisme Amerika Serikat. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengajukan hipotesis bahwa para perempuan Guam, yang mayoritas adalah suku Chamorro, memberikan respon terhadap peningkatan militerisme Amerika Serikat dengan keterlibatan aktif dalam politik bersama para aktivis lainnya sehingga penduduk Guam dapat memiliki kesempatan untuk menentukan nasibnya sendiri, membentuk organisasi-organisasi perempuan yang lebih kolektif dan politis, bekerjasama dengan aktivis lainnya untuk mencapai genuine security khususnya hak atas tanah, serta melakukan kegiatan-kegiatan damai edukatif di tingkat nasional dan internasional. Hal ini dapat dipahami karena posisi perempuan dalam struktur masyarakat tradisional Chamorro menempatkan gender laki-laki dan perempuan dalam posisi yang sama dalam sektor publik, namun perempuan cenderung termarginalkan dalam setiap kebijakan neokolonialisme Amerika Serikat, khususnya dalam mengedepankan national security dan militer daripada human security.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.HI.41/17 Wij p
Uncontrolled Keywords: Chamorro, Guam, militerisme, Amerika Serikat, gender, feminist security, peace activism, genuine security, self-determination
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
SRI HARINI WIJAYANTI, 071311233049UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBaiq Lekar Sinayang Wahyu Wardhani, Dra., MA., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 11 Jan 2018 18:10
Last Modified: 11 Jan 2018 18:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67853
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item