PENGARUH RAUL CASTRO TERHADAP KEBIJAKAN NORMALISASI HUBUNGAN DIPLOMATIK KUBA DAN AMERIKA SERIKAT PASCA 55 TAHUN EMBARGO EKONOMI

BILQIS OKTAVIANI PUTRI, 071311233061 (2017) PENGARUH RAUL CASTRO TERHADAP KEBIJAKAN NORMALISASI HUBUNGAN DIPLOMATIK KUBA DAN AMERIKA SERIKAT PASCA 55 TAHUN EMBARGO EKONOMI. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fis.HI.51.17 . Put.p - ABSTRAK.pdf

Download (50kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Fis.HI.51.17 . Put.p - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 14 December 2020.

Download (748kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (FULL ARTICLE)
Fis.HI.51.17 . Put.p - JURNAL.pdf

Download (902kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai pengaruh Raúl Castro terhadap kebijakan normalisasi hubungan diplomatik Kuba dan Amerika Serikat. Sejak terputusnya hubungan diplomatik antara kedua negara pada 1961, hubungan yang terjalin sering didominasi oleh hubungan yang koersif. Salah satunya yakni pengenaan embargo ekonomi penuh yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba selama lebih dari lima dekade, sebagai akibat dari adanya deadlock antara kedua negara dalam menghapuskan hambatan yang ada. Akan tetapi, efek dari embargo ekonomi yang cukup besar terhadap Kuba tidak kemudian membuat adanya perubahan dalam pemerintahan Kuba. Hingga pada 20 Juli 2015, dibawah kemimpinan Presiden Castro terjadi sebuah turning point dalam hubungan antara Kuba dan Amerika Serikat melalui pembukaan kembali kedutaan besar Kuba dan Amerika Serikat di masing-masing ibu kota negara. Untuk mencari jawaban atas perubahan sikap Kuba yang nampak dalam kebijakan normalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat pada 2015, peneliti menelusurinya melalui pengaruh dari Raúl Castro sebagai seorang pemimpin. Berfokus pada faktor yang mempengaruhi Castro dalam pengambilan kebijakan normalisasi, penelitian ini menggunakan teori great-man, Level of Analysis individu, faktor-faktor determinan hubungan diplomatik dan hubungan bilateral, serta proses pengambilan kebijakan laur negeri. Sedangkan konsep yang digunakan yakni perlambatan pertumbuhan ekonomi, keamanan ekonomi, dan peluang normalisasi. Dengan mengambil jangkauan penelitian sejak tahun 2006 hingga 2015, penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif dan teknik penelitian yang bersifat non-partisipatoris. Berangkat dari hal itu, penelitian ini menemukan bahwa Castro memutuskan kebijakan normalisasi hubungan diplomatik Kuba dengan Amerika Serikat karena dirinya memandang bahwa embargo ekonomi mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan ancaman keamanan ekonomi bagi Kuba. Kedua, Castro melihat adanya peluang bagi Kuba untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama, peluang yang sebelumnya tidak ditemui pada masa Presiden George W. Bush.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.HI.51/17 Put p
Uncontrolled Keywords: Kuba, Raúl Castro, Normalisasi, Embargo Ekonomi, Amerika Serikat
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
BILQIS OKTAVIANI PUTRI, 071311233061UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDCitra Hennida, S.IP., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 11 Jan 2018 19:03
Last Modified: 11 Jan 2018 19:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67908
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item