IDENTITAS CROSSDRESS DAVINCI MELALUI DANCE COVER K-POP (Studi Etnografi Komunikasi mengenai Boygroup Davinci)

Delya Oktovie Apsari, 071311533083 (2017) IDENTITAS CROSSDRESS DAVINCI MELALUI DANCE COVER K-POP (Studi Etnografi Komunikasi mengenai Boygroup Davinci). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fis K 75-17 Aps i Abstrak.pdf

Download (26kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Fis K 75-17 Aps i Sec.pdf
Restricted to Registered users only until 14 December 2020.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (FULL ARTICLE)
Sec.pdf

Download (242kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan crossdress sebagai identitas boygroup dance cover K-Pop Davinci, penerimaan keluarga, masyarakat serta fans KPop terhadap Davinci, dan penggunaan media sosial untuk menunjukkan identitas crossdress. Peneliti meneliti boygroup dance cover crossdress K-Pop yaitu Davinci. Davinci dipilih karena mereka satu-satunya boygroup dance cover crossdress K-Pop yang aktif dalam dunia event K-Pop di Surabaya. Penelitian ini mengungkap bagaimana identitas crossdress masih dianggap tabu di Indonesia dan ditolak baik oleh media, masyarakat, maupun institusi pemerintahan. Padahal, Indonesia memiliki identitas gender ketiga, baik dalam sejarah, budaya, maupun seni. Walau terjadi penolakan, identitas crossdress tetap digunakan oleh Davinci dalam event K-Pop yang selalu diadakan di tempat umum. Untuk menganalisis, penelitian ini menggunakan teori performativitas gender oleh Judith Butler, serta menggunakan metode penelitian etnografi komunikasi. Butler menganggap gender merupakan hal yang tidak tetap, suatu perilaku yang diulang-ulang, serta merupakan hasil imitasi terhadap gender yang dominan. Hal ini tentu melawan pandangan heteronormativitas masyakarat Indonesia, yang masih menganggap gender sebagai sesuatu yang biologis dan kodrati. Metode penelitian etnografi komunikasi digunakan untuk memahami proses interpretasi manusia sebagai makhluk simbolik, serta fokus pada tindakan manusia dan latar sosialnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa Davinci memiliki dualisme identitas, yakni sebagai crossdresser dan sebagai laki-laki. Crossdress digunakan untuk menunjukkan sisi feminin mereka yang tidak bisa ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, serta untuk menyalurkan hobi. Dengan melakukan crossdress dance cover di event KPop, Davinci juga bisa melawan stereotip buruk crossdress karena mereka berprestasi, mendapat penghasilan, hingga memiliki fans yang selalu hadir saat Davinci tampil. Davinci mendapat pro dan kontra dari masyarakat, keluarga, dan teman-teman mereka. Hal ini terjadi karena buruknya stereotip crossdress yang dimiliki oleh masyarakat, serta kuatnya pandangan heteronormatif. Kemudian, dualisme identitas tidak hanya ditunjukkan di keseharian mereka, tetapi juga di media sosial yakni Instagram. Ada anggota yang terang-terangan menunjukkan identitas crossdress, ada pula yang menyembunyikannya. Mereka melakukannya karena adanya orang-orang yang dikenal di dunia maya yang juga hadir di dunia nyata, dan orang-orang tersebut tidak semuanya pro terhadap identitas crossdress mereka. Juga kemungkinan adanya cyberbullying yang sering terjadi pada artis-artis crossdress Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.K.75/17 Aps i
Uncontrolled Keywords: Crossdress, identitas, dance cover, K-Pop, performativitas gender,etnografi komunikasi.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN41-46 Community centers. Social centers
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
Delya Oktovie Apsari, 071311533083UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIrfan Wahyudi, S.Sos., M.Comms, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol2 2
Date Deposited: 28 Jan 2018 22:43
Last Modified: 28 Jan 2018 22:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/67944
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item