Dari Saving ke Consumption; Upaya Pemerintah Tiongkok dalam Merespon Penurunan GDP (Gross Domestic Product) di Tahun 2008

Aldy Firmansyah Adam, 071311233033 (2017) Dari Saving ke Consumption; Upaya Pemerintah Tiongkok dalam Merespon Penurunan GDP (Gross Domestic Product) di Tahun 2008. Jurnal Analisis Hubungan Internasional, 6 (3). pp. 186-192. ISSN 2302-8777

[img]
Preview
Text (FULL ARTICLE)
Fis.HI.84.17 . Ada.d - JURNAL.pdf

Download (387kB) | Preview
Official URL: http://journal.unair.ac.id/JAHI@dari-saving-ke-con...

Abstract

Perekonomian pada era kontemporer memiliki peran yang penting bagi kesejahteraan masyarakat di dalam suatu negara. Globalisasi yang terjadi saat ini, menyebabkan aspek ekonomi ke arah yang lebih kompleks, dimana terdapat suatu hubungan yang saling tergantung antara satu sama lain. Stabilitas ekonomi global menjadi acuan penting bagi negara untuk dapat menjaga pertumbuhan ekonomi domestiknya. Krisis global yang sudah beberapa kali terjadi telah menyebabkan dampak negatif terhadap negara atau masyarakat secara langsung, adalah seperti krisis global di tahun 2008. Krisis tersebut berasal dari permasalahan ekonomi domestik Amerika Serikat, namun dalam kenyataannya krisis tersebut mampu memberikan dampak negatif terhadap global termasuk Tiongkok. Secara umum, Tiongkok dari awal masa perkembangan ekonominya yang pesat adalah berorientasi pada ekonomi luar, yakni ekspor dan investasi. Krisis global 2008 berhasil menurunkan GDP (Gross Domestic Product) secara signfikan. Penurunan GDP disebabkan oleh beberapa faktor permintaan pasar tujuan ekspor Tiongkok yang menurun, kemudian penurunan permintaan tersebut menyebabkan penumpukan barang produksi Tiongkok yang tidak terjual, sehingga menyebabkan dampak yang bersifat domino. Hu Jintao selaku Presiden Tiongkok pada masa tersebut menerapkan sebuah kebijakan yang berorientasi pada penekanan konsumsi domestik. Namun permasalahannya adalah masyarakat Tiongkok belum memiliki kultur yang konsumtif. Dalam penerapannya, Hu Jintao berusaha memanfaatkan potensi daya beli masyarakat kelas menengah Tiongkok yang tergolong besar melalui penciptaan mid-market dan stimulus finansial. Disisi lain, Hu Jintao juga melakukan social marketing melalui varian media. Hal tersebut diharapkan mampu mengubah kultur masyarakat Tiongkok untuk menjadi konsumtif dan dapat menunjang peningkatan GDP dan memberikan dampak ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Krisis, konsumsi, masyarakat menengah, middle market, media
Subjects: J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Aldy Firmansyah Adam, 071311233033UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCitra Hennida, S.IP., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 14 Jan 2018 17:50
Last Modified: 14 Jan 2018 17:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/68031
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item