KONSTRUKSI SOSIAL TRADISI LAMARAN NDUDUT MANTU PADA MASYARAKAT DESA CENTINI KECAMATAN LAREN LAMONGAN

Dwi Pujiati, 071311433010 (2017) KONSTRUKSI SOSIAL TRADISI LAMARAN NDUDUT MANTU PADA MASYARAKAT DESA CENTINI KECAMATAN LAREN LAMONGAN. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTARK)
Fis.S.47.17 . Puj.k - ABSTRAK.pdf

Download (189kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Fis.S.47.17 . Puj.k - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 18 December 2020.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (FULL ARTICLE)
Fis.S.47.17 . Puj.k - JURNAL.pdf

Download (205kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Desa Centini merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan yang memiliki tradisi unik yaitu tradisi lamaran ndudut mantu. Yaitu tradisi lamaran oleh keluarga perempuan kepada keluarga laki-laki dengan membawa gawan untuk melamar dan melakukan pengitungan hari. Karena hanya dilakukan di Lamongan khususnya Desa Centini pada penelitian ini ingin melihat konstruksi tradisi ndudut mantu pada masyarakat Desa Centini Lamongan, mengingat Desa Centini meupakan desa yang memiliki latar belakang agama yang cukup baik. Sehingga pada penelitian ini memfokuskan penelitian pada konstruksi sosial tradisi lamaran ndudut mantu pada masyarakat Desa Centini Lamongan. Studi ini menggunakan data kulaitatif dengan paradigma definisi sosial dengan menggunakan teori kosntruksi sosial Peter L Berger dan konsep Budaya Lokal J.W Ajawaila. Dengan metode penentuan informan secara purposive yang dilakukan secara acak namun menggunakan kriteria tertentu. Selain informan subyek, dalam penelitian ini juga menggunakan informan non-subyek atau informan pendukung untuk dapat mendukung data yang telah diperoleh. Hasil dari penelitian ini adalah Perempuan yang melakukan tradisi ndudut mantu pada keluarga laki-laki menganggap bahwa tradisi ndudut dilakukan karena mengikuti orang tua yang telah dulu melakukan tradisi tersebut. Laki-laki dengan pendidikan tinggi menganggap bahwa tradisi ndudut mantu merupakan tradisi yang tidak penting dan sama saja dengan lamaran pada umumnya. Perempuan yang melakukan tradisi ndudut mantu pada keluarga laki-laki mempertahankan tradisi ndudut mantu karena terdapat tipifikasi yang dihindari dan juga keuntungan yang akan dicapai. Laki-laki dengan pendidikan tinggi menganggap bahwa tradisi ndudut akan dapat hilang sesuai dengan perkembangan zaman karena terhentinya sosialisai pada generasi selanjutnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.S.47/17 Puj k
Uncontrolled Keywords: Lamaran, Konstruksi sosial, Budaya Lokal
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Dwi Pujiati, 071311433010UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUdji Aisyah, Dra., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 14 Jan 2018 21:06
Last Modified: 14 Jan 2018 21:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/68238
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item