PERNIKAHAN BEDA AGAMA (Studi kasus pada pasangan pernikahan beda agama Katolik dengan Islam di Keuskupan Surabaya)

Andre Jonathan, 071311433074 (2017) PERNIKAHAN BEDA AGAMA (Studi kasus pada pasangan pernikahan beda agama Katolik dengan Islam di Keuskupan Surabaya). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Fis.S.85.17 . Jon.p - ABSTRAK.pdf

Download (479kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Fis.S.85.17 . Jon.p - SEC.pdf
Restricted to Registered users only until 18 December 2020.

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (FULL ARTICLE)
Fis.S.85.17 . Jon.p - JURNAL.pdf

Download (106kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pernikahan tidak terlepas dari ketentuan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Agama memiliki aturan mengenai bagaimana pernikahan harus dilakukan, misalnya agama Islam melarang bentuk pernikahan beda agama, Gereja Katolik juga melarang bentuk pernikahan tersebut yang tertuang dalam Kitab Hukum Kanonik. Ajaran dari kedua agama tersebut memiliki kecenderungan kontradiksi yang menyebabkan pernikahan antara pasangan yang memeluk kedua agama tersebut tidak bisa dilaksanakan. Namun terdapat pasangan yang memeluk agama tersebut memutuskan untuk menikah meskipun ajaran agama yang melarang. Penelitian ini berfokus pada tindakan sosial pernikahan pasangan Katolik dengan Islam di wilayah Keuskupan Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial oleh Max Weber yang diperkuat dengan teori pemilihan jodoh dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pasangan yang melakukan pernikahan beda agama antara Katolik dan Islam di wilayah Keuskupan Surabaya dan juga yang melakukan konversi, informan dipilih secara purposif, metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara mendalam. Hasil penelitian ini adalah: 1). Ketertarikan pada saat mencari jodoh didapatkan sebagai akibat dari proses perkenalan yang sudah terjalin lama sehingga pasangan tersebut bisa untuk saling membuka diri. 2) Tata cara pernikahan dilakukan menurut salah satu pihak yang memiliki kecenderungan nilai tidak ingin melanggar ajaran agamanya. Pihak yang mengikuti tata cara pasangannya, mengalah untuk menghindari konflik. 3)Pasangan (istri) yang melakukan konversi dari Islam menjadi Katolik memiliki kecenderungan afektual dalam melakukan konversi yaitu tidak menginginkan anaknya kebingungan dalam penentuan agama anaknya. 4) Pasangan (istri) yang melakukan konversi dari Katolik menjadi Islam memiliki kecenderungan rasional instrumental dalam melakukan konversi yaitu suaminya merupakan orang yang sudah mapan secara ekonomi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis.S.85/17 Jon p
Uncontrolled Keywords: Tindakan Sosial, Pernikahan, Beda agama, Konversi
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
Andre Jonathan, 071311433074UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUdji Aisyah, Dra., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 14 Jan 2018 22:17
Last Modified: 14 Jan 2018 22:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/68281
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item