ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA TELLER BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) UNIT PATOK BLITAR

DEO ABDIKA, 041012067 (2014) ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA TELLER BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) UNIT PATOK BLITAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2014-abdikadeo-32858-5.abstr-k.pdf

Download (183kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Antrian merupakan sebuah kejadian yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada dunia perbankan. Antrian biasanya terjadi karena adanya ketidakseimbangan sementara antara permintaan pelayanan dengan kapasitas sistem yang menyediakan fasilitas pelayanan, sehingga perusahaan diharapkan dapat menentukan jumlah fasilitas pelayanan yang optimal dengan mencapai keseimbangan antara biaya pelayanan dengan biaya yang disebabkan oleh adanya waktu menunggu. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja sistem antrian yang ada pada BRI Unit Patok Blitar, menganalisis penyebab terjadinya masalah antrian pada pelayanan teller, dan memberikan usulan perbaikan untuk mengatasi masalah antrian pada pelayanan teller BRI Unit Patok Blitar. Uji distribusi data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 20 dan pengolahan data menggunakan teori antrian dengan bantuan software POM-QM for Windows3.Model antrian yang digunakan saat ini menggunakan model antrian single channel-single phase dengan menggunakan aturan FCFS (first come first serve). Pola kedatangan nasabah berdistribusi Poisson dengan rata-rata tingkat kedatangan nasabah (λ) adalah sebesar 22 orang/jam dan pola pelayanan berdistribusi Eksponensial dengan rata-rata tingkat pelayanan nasabah (μ) adalah sebesar 24 orang/jam. Hasil perhitungan kinerja sistem antrian teller pada BRI Unit Patok Blitar menunjukkan bahwa hari paling sibuk terjadi pada hari Senin dengan rata-rata tingkat kedatangan nasabah sebanyak 24 nasabah/jam dan kapasitas dari petugas teller dalam melayani nasabah sebanyak 24 nasabah/jam, artinya tingkat kesibukan petugas teller sudah mencapai batas maksimal karena tingkat kesibukan sistem (ߩ) mencapai 100%. Masalah kinerja sistem antrian terletak pada tingginya tingkat kedatangan nasabah melampaui kapasitas dari petugas teller. Selain itu disebabkan karena rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dan cara penggunaan fasilitas mesin ATM yang aman dan benar sehingga mengakibatkan nasabah lebih memilih bertransaksi dengan mengantri pada fasilitas pelayanan teller. Usulan penambahan satu petugas teller baru menghasilkan tingkat kesibukan dari petugas teller dan jumlah nasabah yang mengantri dalam sistem mengalami penurunan. Setelah dilakukan perhitungan total biaya antrian, menggunakan dua petugas teller menghasilkan total biaya antrian yang lebih rendah dibandingkan menggunakan satu petugas teller.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B. 154/14 Abd a
Uncontrolled Keywords: MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS; CUSTOMER SERVICE
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG1501-3550 Banking
T Technology > T Technology (General) > T58.6-58.62 Management information systems
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsEmail
DEO ABDIKA, 041012067UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIndrianawati Usman, Dr. SE., M.Sc.UNSPECIFIED
Depositing User: hari
Date Deposited: 07 Aug 2014 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 07:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/6871
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item