EKSPRESI RESEPTOR SWEET TASTE TAS1R2 DAN TAS1R3 TIKUS (Rattus novergicus) PADA PEMBERIAN TINGKAT KEKERASAN MAKANAN YANG BERBEDA

VIOLA ARINDA LARAS, 021411131053 (2018) EKSPRESI RESEPTOR SWEET TASTE TAS1R2 DAN TAS1R3 TIKUS (Rattus novergicus) PADA PEMBERIAN TINGKAT KEKERASAN MAKANAN YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (55kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 8 January 2021.

Download (988kB)

Abstract

Sweet taste merupakan faktor kuat yang berpengaruh pada penerimaan makanan. Sensasi sweet taste terinisiasi ketika pemanis berinteraksi dengan protein reseptor rasa dari TAS1R family yang diekspresikan pada sel reseptor rasa pada taste buds di rongga mulut. Reseptor sweet taste adalah TAS1R2 dan TAS1R3. Rasa manis juga dipengaruhi oleh mastikasi. Mastikasi adalah aktivitas kompleks sensoris - motoris untuk manipulasi dan menghancurkan makanan, serta merupakan kombinasi gerakan ritmis, dibawah central pattern generator (CPG) yang terletak di pons dan medula. Sifat fisik berupa ukuran, kekerasan, bentuk, dan lain-lain serta sifat kimia suatu makanan secara langsung mempengaruhi kinerja rahang dan otot mastikasi. Kemampuan mengunyah dengan baik merupakan hal yang sangat penting, karena apabila terjadi kesulitan dalam pengunyahan makanan sehingga dapat mengurangi kenikmatan makanan. Tujuan: Menganalisa ekspresi reseptor sweet taste TAS1R2 dan TAS1R3 akibat pemberian makanan dengan tingkat kekerasan yang berbeda. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik eksperimental. Tikus wistar (Rattus novergicus) lepas sapih dibagi menjadi tiga kelompok, K1 makanan standar, K2 makanan lunak, K3 makanan keras. Setelah dilakukan perlakuan berupa pemberian makanan dengan tingkat kekerasan yang berbeda selama 8 minggu, dilakukan pengamatan morfologi papilla foliata dengan pengecatan HE dan ekspresi reseptor sweet taste TAS1R2 dan TAS1R3 dengan metode imunohistokimia dengan antibodi poliklonal. Hasil: Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukkan ekspresi TAS1R2 (K1=1,72 ± 0,86; K2=1,85 ± 0,86; K3=1,73 ± 1,24) pada kelompok K2 lebih tinggi secara tidak signifikan daripada kelompok K2 dan K3. Ekspresi TAS1R3 (K1=5,17 ± 2,58; K2=9,4 ± 1,65; K3=7,37 ± 2,32) pada kelompok K2 lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok K2 dan K3. Kesimpulan: Sel imunoreaktif yang mengekspresikan reseptor sweet taste TAS1R2 dan TAS1R3 pada kelompok dengan pemberian makanan lunak lebih tinggi daripada kelompok perlakuan makanan keras serta kelompok kontrol.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG 249/17 Lar e
Uncontrolled Keywords: mastikasi, kekerasan makanan, sweet taste, TAS1R2, TAS1R3
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VIOLA ARINDA LARAS, 021411131053UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJenny Sunariani, Prof. Dr., drg., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 07 Jan 2018 23:10
Last Modified: 07 Jan 2018 23:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/68815
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item