HUBUNGAN FAKTOR ACTIVATORS DAN CONSEQUENCES DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENERAPAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (Studi pada Pekerja Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali)

MILLA ROSA MUFIDA, 101511123086 (2018) HUBUNGAN FAKTOR ACTIVATORS DAN CONSEQUENCES DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENERAPAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (Studi pada Pekerja Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (20kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 15 January 2021.

Download (2MB)

Abstract

Perilaku aman adalah tindakan yang bertujuan memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan terhadap pekerja. Berdasarkan teori Activators-Behaviour- Consequences (ABC), perilaku dipicu oleh faktor aktivator dan diikuti oleh konsekuensi yang dapat meningkatkan atau menurunkan kemungkinan perilaku tersebut akan terulang kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor activators dan consequences terhadap perilaku kepatuhan penerapan SOP pada pekerja PDKB TT/TET di Gardu Induk. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebesar 87 orang yang ditarik dari populasi dengan cara simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah perilaku kepatuhan penerapan SOP, peraturan K3, pengetahuan, pengawasan, ketersediaan APD, penghargaan dan hukuman. Data yang telah terkumpul dianalisa gambaran frekuensinya dan di uji statistik dengan Chi Square untuk mencari hubungan antar variabel. Kuat hubungan antar variabel dependen dan independen dianalisis dengan menggunakan Koefisien Kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kepatuhan penerapan SOP pada pekerja tergolong tidak patuh yaitu sebesar 58,6% dengan adanya peraturan K3 baik (82,8%), tingkat pengetahuan baik (60,9%), pengawasan cukup (55,2%), ketersediaan APD baik (85,1%), reward cukup (56,3%) dan punishment cukup (52,9%). Terdapat hubungan antara peraturan K3 (sig=0,003; C=0,306), pengetahuan (sig=0,000; C=0,500), pengawasan (sig=0,000; C=0,454), ketersediaan APD, (sig=0,007; C=0,276), reward (sig=0,000; C=0,435), dan punishment (sig=0,000; C=0,575) dengan kepatuhan penerapan SOP. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara semua variabel penelitian serta saran yang dapat diberikan yaitu menyelenggarakan training BBS bagi pekerja minimal 3 bulan sekali, melakukan pengawasan oleh tim LK2K3 dan mengadakan sosialisasi terkait instruksi kerja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 07/18 Muf h
Uncontrolled Keywords: Kepatuhan penerapan SOP, aktivator, konsekuensi
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
MILLA ROSA MUFIDA, 101511123086UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoeroel W, Dr.,S.KM.MScUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Jan 2018 01:57
Last Modified: 15 Jan 2018 01:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/68975
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item