IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING EKTOPARASIT YANG MENYERANG IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI KERAMBA JARING APUNG KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR

SILVIANA ONARIS WIJAYA, 141111106 (2016) IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING EKTOPARASIT YANG MENYERANG IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) DI KERAMBA JARING APUNG KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
SILVIANA ABSTRAK1.pdf

Download (165kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
SKRIPSI SILVIANA ONARIS WIJAYA 141111106.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang bernilai tinggi karena mempunyai pasar luas dan harga yang relatif tinggi, khususnya bila dijual dalam keadaan hidup di luar negeri misal Singapore, Taiwan dan China Selatan. Ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) adalah satu diantara jenis ikan budidaya yang banyak diminati konsumen dalam dan luar negeri misalnya Hongkong, Singapura, Jepang, Taiwan dan Thailand terutama pada ukuran juvenil(3-5 cm) sebagai ikan hias dan ukuran konsumsi (400-800 g) sebagai pasokan restoran sea food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacing ektoparasit pada ikan kerapu tikus dan mengetahui prevalensi ikan kerapu tikus yang terinfestasi cacing ektoparasit pada keramba jaring apung di Situbondo, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui pengambilan sampel. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis cacing ektoparsit dan prevalensi. Parameter pendukung dalam penelitian ini adalah kualitas air pada keramba jaring apung ikan kerapu tikus meliputi suhu, kecerahan, pH, oksigen terlarut, salinitas dan amoniak. Cacing ektoparasit yang ditemukan pada ikan kerapu tikus di keramba jaring apung di kabupaten Situbondo adalah Benedenia epinepheli. Prevalensi cacing ektoparasit pada di keramba jaring apung di kecamatan Bungatan 10% dan frekuensi infestasi tergolong often (sering), kecamatan Kendit 0% tergolong almost never (hampir tidak pernah) sedangkan kecamatan Panarukan 58,33% dengan frekuensi infestasi tergolong frequenly (sering kali). Terdapat perbedaan prevalensi antara cacing ektoparasit yang menyerang di kecamatan Bungatan,Kendit dan Panarukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PK.BP.13/16 Wij i
Uncontrolled Keywords: Cacing Ektoparasit, Ikan Kerapu Tikus, Cromileptes Altivelis
Subjects: Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes
S Agriculture > SF Animal culture
S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF456-458.83 Fishes. Aquariums
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan
Creators:
CreatorsEmail
SILVIANA ONARIS WIJAYA, 141111106UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKismiyati, Dr., Ir., M.SiUNSPECIFIED
ContributorHj. Sri Subekti, Prof. Dr. , drh. DEAUNSPECIFIED
Depositing User: mat sjafi'i
Date Deposited: 17 Jan 2018 19:06
Last Modified: 02 May 2018 21:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/69075
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item