FORMULASI BISKUIT SORGUM (Sorgum bicolor L.) DENGAN PENAMBAHAN BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata) SEBAGAI KUDAPAN TINGGI SERAT DAN ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI

NOVIRA DIAN RACHMADIA, 101511123117 (2018) FORMULASI BISKUIT SORGUM (Sorgum bicolor L.) DENGAN PENAMBAHAN BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata) SEBAGAI KUDAPAN TINGGI SERAT DAN ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak fkm 33 18.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fkm 33 18.pdf
Restricted to Registered users only until 5 February 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kelompok remaja putri dengan rentang usia 10-19 tahun merupakan usia rentan terjadinya gizi lebih atau obesitas. Kebiasaan diet tidak sehat dan memakan makanan rendah gizi menjadi faktor pemicu meningkatnya resiko obesitas. Sebagai salah satu kudapan yang digemari remaja putri, biskuit dapat menjadi alternatif kudapan yang lebih sehat dengan melakukan substitusi tepung sorgum dan penambahan pumpkin seed sebagai kudapan yang tinggi zat gizi (serat dan zat besi) pada biskuit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung sorgum dan penambahan pumpkin seed pada biskuit terhadap daya terima, nilai gizi, dan nilai ekonomi. Penelitian dilakukan dengan dua metode, yaitu metode formulasi eksperimental murni pada tahap pengembangan formulasi dan penelitian eksperimental semu pada tahap pengujian secara organoleptik. Terdapat 5 kelompok perlakuan yaitu 1 formula kontrol (F0) dan 4 formula modifikasi (F1, F2, F3, F4) dengan rancangan acak lengkap 6 kali pengulangan. Uji pendahuluan untuk menentukan 3 formula terbaik dilakukan oleh 5 panelis terlatih dan dilanjutkan penelitian lanjutan kepada panelis tidak terlatih yaitu 30 remaja putri usia 10 –14 tahun. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik, sedang untuk mengetahui perbedaan daya terima menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon Sign Rank Test =0,05 Hasil penelitian menunjukkan produk yang paling disukai oleh panelis berdasarkan uji organoleptik adalah formula F1. Dengan kandungan gizi biskuit sorgum formulasi F1 yaitu; karbohidrat 53,28 gram, serat 4,48 gram, dan zat besi 2,27 mg dengan food cost Rp 3.800,00 / 100 gram biskuit. Berdasarkan hasil uji Friedman dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan daya terima pada karakteristik warna (0,013), aroma (0,001), tekstur (0,000), dan rasa (0,000). Biskuit formula F1 dengan substitusi tepung sorgum 30% dan penambahan pumpkin seed 25 gram merupakan formula terbaik yang diterima berdasarkan pengujian organoleptik dari segi warna, aroma, terkstur, dan rasa serta kajian nilai gizi dari segi serat dan zat besi yang mencukupi 10%-15% kebutuhan remaja putri dalam sehari dan mempertimbangkan nilai ekonomi yang cukup terjangkau.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK fkm 33 18 Rac f
Uncontrolled Keywords: Biskuit, Friedman dan Wilcoxon Sign, Sorgum, Biji Labu Kuning
Subjects: T Technology > TX Home economics > TX341-641 Nutrition. Foods and food supply
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NOVIRA DIAN RACHMADIA, 101511123117UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorAnnis Catur Adi,, Dr. Ir., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 04 Feb 2018 21:54
Last Modified: 21 Feb 2018 18:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/69426
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item