HAJI MADURA (KAJIAN KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA MENGENAI HAJI PADA MASYARAKAT MADURA DI KELURAHAN SIDOTOPO, KECAMATAN SEMAMPIR, KOTA SURABAYA)

Moch. Akbar Firdaus, 071311733035 (2017) HAJI MADURA (KAJIAN KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA MENGENAI HAJI PADA MASYARAKAT MADURA DI KELURAHAN SIDOTOPO, KECAMATAN SEMAMPIR, KOTA SURABAYA). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.ANT.05 18 Fir h.pdf

Download (409kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.ANT.05 18 Fir h.pdf
Restricted to Registered users only until 6 February 2021.

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.ANT.05 18 Fir h.pdf

Download (271kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada masyarakat di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya khususnya masyarakat Madura, haji sendiri sudah merupakan ibadah yang menjadi sebuah tradisi di tengah masyarakat kota yang semakin modern. Hal tersebut dapat dilihat ketika terdapat seorang warga Madura di Kelurahan Sidotopo yang akan melaksanakan ibadah haji terdapat rangkaian tradisi-tradisi, dimulai dari tradisi sebelum berangkat haji, ketika haji, bahkan sepulang haji pun terdapat traidisi disana. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui konstruksi sosial pada haji Madura di kalangan masyarakat Madura yang tingal di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penentuan informannya menggunakan tehnik purposive sampling. Teori yang digunakan adalah teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua kategori motif pendorong masyarakat Madura di Kelurahan Sidotopo dalam melaksanakan ibadah haji yaitu motif internal dan motif eksternal. Terdapat juga tiga tradisi ketika ada seseorang yang melaksanakan haji yaitu ngater ajjiyan, menunggu haji, dan ngambe’ajjiyan. Konstruksi sosial haji pada masyarakat Madura di Kelurahan Sidotopo mengkategorikan para pelaku haji selepas pulang dari ibadahnya dalam dua kategori yaitu haji mabrur dan haji tidak mabrur. Dimana haji mabrur adalah haji yang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik setelah pulang dari haji, dan haji yang tidak mabrur adalah haji yang tidak mengalami perubahan sama sekali. Terdapat juga simbol setelah para pelaku haji tersebut pulang dari Makkah dengan peci putih bagi laki-laki dan juga sebutan “abah/towan” bagi laki-laki, serta “umik” bagi wanita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.ANT.05/18 Fir h
Uncontrolled Keywords: Haji, Madura, Konstruksi Sosial
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General)
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV85-525 By region or country
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
Moch. Akbar Firdaus, 071311733035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Setiawan, Drs., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 05 Feb 2018 22:10
Last Modified: 05 Feb 2018 22:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/69464
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item