PERSETUJUAN BARACK OBAMA TERHADAP PARIS AGREEMENT 2015: PENGARUH IDEOLOGI POLITIK DAN DINAMIKA KEMASYARAKATAN TERHADAP KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT DALAM MERESPON PERUBAHAN IKLIM

Tedi Bagus Prasetyo Mulyo, 071311233013 (2017) PERSETUJUAN BARACK OBAMA TERHADAP PARIS AGREEMENT 2015: PENGARUH IDEOLOGI POLITIK DAN DINAMIKA KEMASYARAKATAN TERHADAP KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT DALAM MERESPON PERUBAHAN IKLIM. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_Fis.HI.20 18 Mul p.pdf

Download (112kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_Fis.HI.20 18 Mul p.pdf
Restricted to Registered users only until 14 February 2021.

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (JURNAL)
JURNAL_Fis.HI.20 18 Mul p.pdf

Download (213kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berfokus pada latar belakang Obama menyetujui Paris Agreement 2015—selanjutnya disebut Paris Agreement—menggunakan kewenangan sole executive agreement. Paris Agreement merupakan rezim perubahan iklim global yang menghimpun komitmen 171 negara sebagai pihak untuk mengurangi emisi gas rumah kaca domestik sesuai dengan komitmen dalam INDC (Intended Nationally Determined Contribution) yang diserahkan kepada sekretariat perjanjian. Keputusan Obama menyetujui Paris Agreement bertolak belakang dengan beberapa upaya konsensus global merespon perubahan iklim, seperti Protokol Kyoto 1997 dan Bali Roadmap 2007. Keputusan ini merupakan kecenderungan baru dalam kebijakan luar negeri AS merespon perubahan iklim, sehingga penelitian ini menelusuri dan mengkaji faktor dominan yang menjadi latar belakang keputusan Obama. Teori poliheuristik digunakan sebagai instrumen analisis, dikombinasikan dengan penjelasan kontestasi kekuatan, kepentingan, dan gagasan di tingkatan masyarakat AS. Argumentasi yang diajukan adalah keputusan Obama menyetujui Paris Agreement dilatarbelakangi dua alasan. Pertama, ideologi politik Obama membatasi alternatif kebijakan luar negeri AS pada opsi-opsi kooperatif terhadap rezim perubahan iklim global. Kedua, adanya kontestasi agensi domestik di tingkatan masyarakat yang memunculkan elemen dominan dan ditransformasikan menjadi kebijakan yang kooperatif terhadap rezim perubahan iklim global oleh Obama. Penelitian kemudian menyimpulkan, bahwa ideologi politik liberal Obama yang bersifat inklusif, kooperatif, dan multilateralis membangun persepsi Obama mengenai korelasi perubahan iklim dengan aktivitas manusia, terinternalisasi dalam definisi kebijakan dan kepentingan nasional, sehingga menjadi panduan imperatif bagi Obama untuk menyetujui Paris Agreement.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.20/18 Mul p
Uncontrolled Keywords: Ideologi Politik, Obama, Paris Agreement, Kebijakan Luar Negeri, Perubahan Iklim
Subjects: J Political Science > JK Political institutions (United States)
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ1305-2060 Scope of international relations. Political theory. Diplomacy > JZ1464-2060 Scope of international relations with regard to countries, territories, regions, etc.
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
Tedi Bagus Prasetyo Mulyo, 071311233013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI Gede Wahyu Wicaksana, S.IP., MSi., PhD.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 14 Feb 2018 02:11
Last Modified: 14 Feb 2018 02:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/69781
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item