VIBRAGAMATOR (kombinasi vibrator dengan amalgamator)

MOCHAMAD BAYU SETIAWAN, 021411131005 (2017) VIBRAGAMATOR (kombinasi vibrator dengan amalgamator). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
KG. 71 - 18 Set v ABSTRAK.pdf

Download (250kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KG. 71 - 18 Set v.pdf
Restricted to Registered users only until 19 February 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi adalah karies dan penyakit periodontal. Amalgam adalah salah satu bahan restorasi gigi yang sering digunakan. Amalgam memilikikekuranganyaitu toksisitas yang tinggi terhadap mukosa rongga mulut jika mengandung sisa cairan merkuri. Kandungan merkuri tersebut dapat menyebabkan terjadinya keracunan pada tubuh manusia. Bahaya utama merkuri adalah paparan uap sisa merkuri. Hasil pencampuran bubuk amalgam ini harus benar-benar homogen agar toksisitas amalgam tersebut berkurang. Pencampuran tersebut juga akan mempengaruhi tekstur bahan restorative. Hasil pencampuran amalgam yang baik didapatkan dengan menggunakan alat bantu yaitu amalgamator, karenapemakaian amalgamator menghasilkan kocokan yang teratur. Penggunaan amalgamator akan menghasilkan adonan amalgam yang lebih baik karena pengocokannya yang teratur. Pencampuran dengan menggunakan amalgamator juga memiliki keunggulan dibanding manipulasi amalgam secara manual, seperti lebih mengkilap, lebih halus, dan setting time yang lebih singkat. Kasus karies yang tidak tertangani akan mengakibatkan beberapa kerugian pada pasien. Salahsatunya mengakibatkan kehilangan gigi. Kehilangan gigi seharusnya dibuatkan pengganti berupa gigi tiruan untuk mengatasi berbagai gangguan. Pembuatan gigi tiruan membutuhkan model studi. Model studi dibuat dari pembuatan adonan gipsum yang diisikan kedalam cetakan rahang. Pembuatan adonan gipsum harus minimal porusitas agar model studi kuat. Pembuatan model studi harus kuat dan minimal porusitas. Pengadukan yang tidak sempurna dan homogen mengakibatkan terjadinya porusitas. Porusitas dari adonan gipsum akan mempengaruhi kompresinya. Tujuan : Menghasilkan cetakan amalgam yang mempunyai waktu initial set lebih cepat dan menghasilkan cetakan gipsum yang memiliki compressive straight lebih baik. Metode : Manipulasi gipsum dengan menggunakan Vibragamator dan vibrator. Membandingkan hasil uji compressive strength dengan menggunakan autograph. Manipulasi amalagam dengan menggunakan Vibragamator dan Amalgamator bersamaan dengan mencatat waktu manipulasi. T-test digunakan sebagaiuji statistika Hasil : Gipsum dengan bantuan Vibragamator memiliki tingkat Compressive strangth yang lebih tinggi. Vibragamator memiliki tingkat Compressive strangth sebesar 16,11 Mpa sedangkan tingkat Compressive strangth yang dihasilkan dari Vibrator sebsar 12,43 Mpa. Vibragamator memiliki waktu initial set yang lebih lama. Vibragamator memiliki waktu initial set sebesar 20 menit 12 detik sedangkan waktu initial set yang dihasilkan dari Amalgamator sebesar 15 menit 26 detik. Kesimpulan : Prototype Vibragamator dapat menghasilkan cetakan gipsum yang lebih kuat dan keras namun kurang efektif dalam pengocokan amalgam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 71 - 18 Set v
Uncontrolled Keywords: Homogenitas, amplitudo, vibrasi.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MOCHAMAD BAYU SETIAWAN, 021411131005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorR. Helal Soekartono, drg., M.KesUNSPECIFIED
ContributorSoebagio, drg., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 18 Feb 2018 17:12
Last Modified: 18 Feb 2018 17:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/69810
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item