PENGARUH PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA TERHADAP PRODUKSI ASI DAN KADAR HORMON OKSITOSIN

NOVE LESTARI, 101514153022 (2018) PENGARUH PEMBERIAN PIJAT OKSITOSIN PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA TERHADAP PRODUKSI ASI DAN KADAR HORMON OKSITOSIN. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (299kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 27 February 2021.

Download (2MB)

Abstract

Pemberian ASI ekslusif sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi sejak lahir; Tapi beberapa ibu gagal melaksanakannya. Berbagai faktor mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif termasuk pemberian pijat oksitosin pada ibu postpartum. Pijat oksitosin bisa menjadi alternatif yang lebih aman, murah dan lebih nyaman dibandingkan susu formula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin postpartum terhadap produksi ASI dan kadar hormon oksitosin. Metode penelitian: Quasi Experimental Study dengan desain pre dan post test control group. Populasi dalam penelitian ini adalah postpartum primipara 4-11 hari, di wilayah kerja Puskesmas Bendo. Sebanyak 16 ibu berpartisipasi dalam penelitian ini dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan dan kelompok pembanding diklasifikasikan dengan Simple Random Sampling. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pijat oksitosin dan variabel terikatnya adalah produksi ASI dan kadar hormon oksitosin. Pijat oksitosin diberikan 2 kali / hari pagi dan sore, selama 3 menit, pemijatan dilakukan pada tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae ke satu-enam oleh 2 konselor yang telah dilatih dengan mengulang gerakan 2 kali, dalam waktu 8 hari di rumah ibu dalam ruang tertutup untuk menjaga privasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, kuesioner, pengukuran durasi dan frekuensi menyusui dan pengambilan darah. Kedua kelompok itu matched dalam hal usia, pendidikan dan pekerjaan. Ditemukan bahwa produksi ASI pada kelompok perlakuan lebih tinggi daripada kelompok kontrol: rata-rata 255 ± 48,98 dan 161,8 ± 84,30 dengan p <0,05. Kadar hormon oksitosin juga berbeda secara signifikan pada kedua kelompok, 218,8 ± 24,70 dan 188,1 ± 19,98 dengan p <0,05. Dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin pada ibu postpartum meningkatkan produksi ASI dan kadar hormon oksitosin secara signifikan. Pijat oksitosin dapat direkomendasikan ke petugas kesehatan dan wanita pasca melahirkan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKM 06/18 Les p
Uncontrolled Keywords: pijat oksitosin, postpartum, produksi ASI, kadar hormon oksitosin
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NOVE LESTARI, 101514153022UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHermanto Tri Joewono, Dr.,dr.,Sp.OG(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 26 Feb 2018 19:35
Last Modified: 26 Feb 2018 19:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70120
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item