HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK, LINGKUNGAN KERJA DAN JUMLAH KONSUMSI CAIRAN DENGAN STATUS HIDRASI DI DIVISI EXTRACT MEAT POWDER (EMP) PT. AJINOMOTO INDONESIA MOJOKERTO FACTORY

LUTFI ATQURBI AGUNG ROHADI, 101511123058 (2018) HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK, LINGKUNGAN KERJA DAN JUMLAH KONSUMSI CAIRAN DENGAN STATUS HIDRASI DI DIVISI EXTRACT MEAT POWDER (EMP) PT. AJINOMOTO INDONESIA MOJOKERTO FACTORY. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (52kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 28 February 2021.

Download (1MB)

Abstract

Tekanan panas berasal dari panas metabolisme tubuh, beban kerja berlebih, pemenuhan cairan dan lingkungan kerja. Tekanan panas yang dialami pekerja merupakan akibat pengeluaran keringat berlebih sehingga tubuh mengambil cadangan cairan di dalam tubuh yang dapat menimbulkan dehidrasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan beban kerja fisik, lingkungan kerja dan jumlah konsumsi cairan dengan status hidrasi di divisi Ekstract Meat Powder (EMP) PT. Ajinomoto Indonesia Mojokerto Factory. Penelitian ini termasuk penelitian Observasional dengan desain Cross Sectional. Besar sampel adalah 32 responden dengan menggunakan Simpel Random Sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik subjek, beban kerja fisik, lingkungan kerja, jumlah konsumsi cairan dan status hidrasi. Beban kerja fisik diukur menggunakan stopwatch. Suhu dan kelembaban diukur menggunakan Thermohygrometer. Jumlah konsumsi cairan diperoleh dari food recall 2x24 jam. Status hidrasi diperoleh dari pemeriksaan berat jenis urin. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata usia pekerja 30 tahun dengan masa kerja rata-rata 1-5 tahun. Sebagian besar memiliki beban kerja fisik ringan dengan denyut nadi kerja 89,29 denyut/menit. Suhu rata-rata >NAB (63,6%) dan kelembaban NAB (54,5%). Rata-rata jumlah konsumsi cairan 2724,69 ml. Sebagian besar pekerja mengalami dehidrasi sedang. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara usia (p= 0,019), masa kerja (p= 0,038) dan jumlah konsumsi cairan(p= 0,024) dengan status hidrasi. Kesimpulan penelitian adalah masih banyak pekerja yang mengalami dehidrasi sedang. Pekerja disarankan mengkonsumsi air minum 150-200cc setiap 15-20 menit selama bekerja untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 120/18 Roh h
Uncontrolled Keywords: worker characteristics, physical workload, the working environment, the amount of consumption of fluids, hydration status.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
LUTFI ATQURBI AGUNG ROHADI, 101511123058UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLailatul Muniroh, , S.KM., M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 28 Feb 2018 01:26
Last Modified: 28 Feb 2018 01:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70220
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item