HUBUNGAN PERILAKU SEDENTARI DENGAN SINDROM METABOLIK PADA PEKERJA(Studi Di Laboratorium Prima Medika Surabaya PadaBulan November – Desember 2017)

LAILIYAH YUSNA YUSFITA, 101511123116 (2018) HUBUNGAN PERILAKU SEDENTARI DENGAN SINDROM METABOLIK PADA PEKERJA(Studi Di Laboratorium Prima Medika Surabaya PadaBulan November – Desember 2017). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 28 February 2021.

Download (1MB)

Abstract

Perilaku sedentary banyak dilakukan oleh pekerja baik di tempat kerja, di rumah, bahkan di perjalanan/ transportasi. Tingginya perilaku sedentary menjadi faktor risiko sindrom metabolic pada pekerja yang merupakan salah satu penyebab penyakit metabolik seperti Penyakit Jantung Koroner, Diabetes mellitus tipe 2, dan Stroke. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2005 sindrom metabolic ditandai dengan adanya obesitas sentral ditambah minimal 2 komponen lain yang terdiri dari hipertrigliserida, kolesterol HDL rendah, hipertensi, dan hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku sedentari dengan sindrom metabolik pada pekerja. Penelitian ini merupakan studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 66 pekerja dari total populasi sebanyak 113 pekerja yang melakukan Medical Check Up (MCU) di Laboratorium Prima Medika Surabaya pada Bulan November – Desember 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan perilaku sedentari. Menggunakan analisis Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi sindrom metabolic pada pekerja sebesar 43,9%. Dari 29 pekerja yang mengalami sindrom metabolik, sebanyak 26 pekerja memiliki perilaku sedentari ≥ 6 jam/hari dengan rata-rata perilaku sedentari 9, 11 jam/hari. Terdapat hubungan antara perilaku sedentary dengan sindrom metabolik (p = 0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah banyak pekerja yang mengalami sindrom metabolik dan sebagian besar mempunyai perilaku sedentari ≥ 6 jam/hari. Pekerja hendaknya mengurangi perilaku sedentary dengan melakukan peregangan, menghindari duduk terlalu lama saat bekerja, dan memperbanyak aktivitas fisik di tempat kerja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 123/18 Yus h
Uncontrolled Keywords: pekerja, perilakusedentari, sindrom metabolik
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsEmail
LAILIYAH YUSNA YUSFITA, 101511123116UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAtik Choirul Hidajah, Dr.,dr.,M.KesUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 28 Feb 2018 01:39
Last Modified: 28 Feb 2018 01:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70223
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item