HUBUNGAN ANTARA KADAR KOENZIM Q10 DAN INHALASI STEROID JANGKA WAKTU LAMA PADA PENDERITA ASMA BRONKIAL

Deny Perdana Putra, 011218096302 (2017) HUBUNGAN ANTARA KADAR KOENZIM Q10 DAN INHALASI STEROID JANGKA WAKTU LAMA PADA PENDERITA ASMA BRONKIAL. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
PPDS.PKR. 02-18 Put h abstrak.pdf

Download (141kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.PKR. 02-18 Put h.pdf
Restricted to Registered users only until 5 March 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Asma memiliki angka prevalensi 1%-18% di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia angka kejadian asma sebesar 4%. Asma termasuk kedalam 10 besar penyebab morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Inflamasi kronik pada asma dapat memicu gangguan oksidan-antioksidan paru. Koenzim Q10 merupakan antioksidan potensia yang dihasilkan sebagian besar oleh mitokondria. Pengobatan steroid oral dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan mitokondria sehingga kadar koenzim Q10 rendah. Terapi utama asma adalah steroid inhalasi dan sering digunakan dalam jangka waktu yangg lama. Belum ada penelitian ynag mencari keterkaitan kadar koenzim Q10 sebagai antioksidan dengan steroid inhalasi sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalis hubungan antara kadar koenzim Q10 dan inhalasi steroid jangka waktu lama. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Asma/ PPOK RSUD Dr. Soetomo, Poliklinik Paru RSUD Dr. M. Soewandhie dan Poliklinik Paru RSSUA. Penghitungan jumlah sampel pada penelitian ini dengan menggunakan rumus Ronald Fisher’s classic z transformation adalah sebesar 29 orang. Pengolahan data dengan menggunakan program statistik komputer. Hubungan kadar koenzim Q10 dan inhalasi steroid jangka waktu lama dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Terdapat 29 pasien asma yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kadar koenzim Q10 pada seluruh sampel adalah normal dan meningkat, tidak didapatkan kadar koenzim Q10 yang rendah pada seluruh sampel. Pengujian sebaran data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai P>0,05 menujukkan data terdistribusi secara normal. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa kadar koenzim Q10 dengan penggunaan inhalasi steroid jangka waktu lama didapatkan koefisien korelasi sebesar -0,037 dengan nilai signifikansi 0,848 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar koenzim Q10 dan inhalasi steroid jangka waktu lama. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar koenzim Q10 dan penggunaan inhaalasi steroid jangka waktu lama pada penelitian ini.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.PKR. 02-18 Put h
Uncontrolled Keywords: Koenzim Q10, Asma, Steroid inhalasi jangka waktu lama
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC705-779 Diseases of the respiratory system
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Pulmonologi dan Ilmu kedokteran Respirasi
Creators:
CreatorsEmail
Deny Perdana Putra, 011218096302UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorArief Bakhtiar, dr.,Sp.PUNSPECIFIED
ContributorMuhammad Amin, Prof.Dr.dr.,Sp.P (K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 04 Mar 2018 16:46
Last Modified: 04 Mar 2018 16:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70360
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item