PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN KEMOTERAPI DENGAN INFUS PUMP DAN TETESAN MANUAL TERHADAP KEJADIAN EKSTRAVASASI DI RUANG MERAK RSU DR. SOETOMO SURABAYA

SRI HANI SETIOWATI, 131511123031 (2017) PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN KEMOTERAPI DENGAN INFUS PUMP DAN TETESAN MANUAL TERHADAP KEJADIAN EKSTRAVASASI DI RUANG MERAK RSU DR. SOETOMO SURABAYA. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK FKP.N 60 - 18 Set p-Abstrak.pdf

Download (66kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK FKP.N 60 - 18 Set p.pdf
Restricted to Registered users only until 7 March 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http:// lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Kemoterapi merupakan salah satu penatalaksanaan dalam kanker serviks. Salah satu efek samping kemoterapi bila tidak diberikan secara tepat adalah kemoterapi. Kerusakan akibat ekstravasasi meliputi kehilangan kulit fullthickness, nekrosis otot dan tendon. Beberapa cara yang disarankan untuk mengurangi resiko terjadinya ekstravasasi antara lain dengan menggunakan infus set yang berukuran pendek dan pemberian obat dengan aliran darah dan infus yang cepat dan konstan menggunakan infus pump. Metode: Tujuan penelitian ini adalah membandingkan jumlah kejadian ekstravasasi pada pasien kanker serviks yang mendapat kemoterapi menggunakan sistem infus pump dengan tetesan infus manual. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan 30 responden. Variabel independen adalah metode pemberian kemoterapi menggunakan infus pump dan tetesan manual. Variabel dependen adalah kejadian ekstravasasi. Pengumpulan data dengan lembar observasi dan dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan Fisher’s exact test dengan p < 0.05. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan 1 responden (3.4%) mengalami ekstravasasi dengan menggunakan infus pump. Sebanyak 4 responden (13.3%) mengalami ekstravasasi menggunakan tetesan manual. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara metode pemberian kemoterapi menggunakan infus pump dan tetesan manual, dengan nilai p = 0.336 yang berarti tidak ada perbedaan. Namun berdasarkan odd ratio, menunjukkan kejadian ekstravasasi menggunakan tetesan manual 4.3 kali lebih besar daripada menggunakan infus pump. Saran: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara metode pemberian kemoterapi menggunakan infus pump dan tetesan manual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKP.N 60/ 18 Set p
Uncontrolled Keywords: chemotherapy, infusion pump, manual infusion, extravasation, cervical cancer
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM260-263 Chemotherapy
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan
Creators:
CreatorsEmail
SRI HANI SETIOWATI, 131511123031UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTiyas Kusumaningrum, S.Kep., Ns., M.Kep.UNSPECIFIED
ContributorIka Nur Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Kep.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 06 Mar 2018 19:30
Last Modified: 06 Mar 2018 20:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70412
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item