PENGUJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN ATAS JASA PEMAKAIAN TENAGA KERJA (OUTSOURCING) PADA PT. AW DI SURABAYA

HERU SISWANTO, 040338175 (2006) PENGUJIAN PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN ATAS JASA PEMAKAIAN TENAGA KERJA (OUTSOURCING) PADA PT. AW DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-siswantohe-2803-a21706-k.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-siswantohe-2803-a217_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Outsourcing adalah kegiatan memberikan jasa dalam suatu bidang usaha, kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pemberi jasa dengan disertai keterlibatan langsung tenaga kerja tersebut dalam pelaksanaannya atau pendelegasian operasi dan manajemen harian dari suatu proses bisnis (perusahaan pemakai jasa outsourcing) kepada pihak luar (perusahaan penyedia jasa outsourcing). Pemenuhan kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja dapat dipenuhi melalui kerjasama/mengadakan perjanjian (Service Level Agreements) dengan perusahaan penyediaan tenaga kerja secara outsourcing. Subyek penelitian adalah PT. AW cabang Surabaya, sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menguji pemenuhan kewajiban perpajakan atas jasa pemakaian tenaga kerja (outsourcing) pada PT. AW cabang Surabaya. Jasa pemakaian tenaga kerja (outsourcing) merupakan obyek PPh pasal 23 yang harus dilaporkan dalam SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) dan dibayarkan PPh pasal 23 terutangnya dengan Surat Setoran Pajak (SSP). Dalam laporan laba-rugi Wajib Pajak Badan cabang, jasa penyediaan tenaga kerja (outsourcing) dilaporkan sebagai biaya yang didasarkan pada perjanjian yang telah dibuat sebelumnya (Service Level Agreements), akan tetapi dalam kenyataannya jumlah biaya penyediaan tenaga kerja (outsourcing) dalam SPT Masa PPh Pasal 23 dan laporan laba-rugi Wajib Pajak Badan cabang tidak selalu sama. Teknik analisis dalam penelitian ini didasarkan pada 2 (dua) dokumen sumber yaitu laporan laba rugi dan SPT masa PPh pasal 23. Analisis jumlah biaya pemakaian tenaga kerja outsourcing dalam laporan laba rugi ditelusuri sampai ke dokumen pendukung yaitu buku besar biaya dan perjanjian pemakaian tenaga kerja outsourcing (Service Level Agreements), sedangkan jumlah biaya pemakaian tenaga kerja outsourcing dalam SPT masa PPh pasal 23 ditelusuri sampai ke dokumen pendukung yaitu bukti pemotongan PPh pasal 23 dan SSP. Hasil akhir dari penelitian atas jasa pemakaian tenaga kerja (outsourcing) pada PT. AW menunjukkan adanya PPh pasal 23 yang masih harus dibayar dengan sarana Surat Setoran Pajak (SSP).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2A 2172006 Sis p
Uncontrolled Keywords: TAX PLANNING; INCOME, EMPLOYEES
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory > HB522-715 Income. Factor shares
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549-5549.5 Personnel management. Employment
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ4629-4830 Income tax
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
HERU SISWANTO, 040338175UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorH. Heru Tjaraka, Drs., M.Si., AkUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Duwi Prebriyuwati
Date Deposited: 10 Nov 2006 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 00:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/7048
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item