HIGH SENSITIVE TROPONIN I DAN EXTENDED RANGE C-REACTIVE PROTEIN SEBAGAI PREDIKTOR KARDIOTOKSIK PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA LANJUT LOKAL YANG MENDAPATKAN KEMOTERAPI NEOAJUVAN CAF (CYCLOPHOSHPAMIDE, ADRIAMYCIN/DOXORUBICIN, 5FU)

Yusfik Helmi Hidayat, 011218076302 (2017) HIGH SENSITIVE TROPONIN I DAN EXTENDED RANGE C-REACTIVE PROTEIN SEBAGAI PREDIKTOR KARDIOTOKSIK PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA LANJUT LOKAL YANG MENDAPATKAN KEMOTERAPI NEOAJUVAN CAF (CYCLOPHOSHPAMIDE, ADRIAMYCIN/DOXORUBICIN, 5FU). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.IB. 03-18 Hid h Abstrak.pdf

Download (88kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.IB. 03-18 Hid h.pdf
Restricted to Registered users only until 9 March 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Pasien kanker payudara kiri stadium lanjut lokal dengan borok memerlukan kemoterapi neoajuvan CAF namun mempunyai risiko terjadinya kardiotoksik. Keterbatasan Ekokardiografi dalam menilai kardiotoksisitas kemoterapi pada pasien kanker payudara kiri lanjut lokal dengan borok dinilai kurang memberikan hasil yang baik. Maka dicari petanda biologis lain untuk menilai kardiotoksisitas. HsTnI dan erCRP adalah petanda biologis jantung yang murah, mudah dilakukan, dan tersedia di RS. Dr. Soetomo Surabaya. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kadar HsTnI dan erCRP dapat digunakan untuk memprediksi adanya efek kardiotoksik pemberian neoajuvan CAF pada penderita kanker payudara lanjut lokal. Metodologi Penelitian : Studi “one group pretest and posttest design“ pada 23 pasien. Pemeriksaan ekokardiografi, erCRP, dan HsTnI dilakukan sebelum dan setelah 3 siklus kemoterapi kemudian dibandingkan. Hasil Penelitian : Rerata usia pasien adalah 49,78 ± 8,7. Penurunan LVEF signifikan didapatkan setelah perlakuan (67.98%±4.06 dan 64.07%±3.53, p=0.000). Peningkatan HsTnI signifikan didapatkan setelah perlakuan (0.007μg/mL±0.004 dan 0.043μg/mL±0.051 p=0.000). Namun didapatkan penurunan erCRP yang signifikan setelah perlakuan (1.043mg/dL±0.913 dan 0.573mg/dL±0.444 p=0.044). Penurunan LVEF dan peningkatan HsTnI dibandingkan berdasarkan cutoff kardiotoksiknya, HsTnI signifikan lebih baik dan cepat (p=0.002) dengan nilai sensitivitas 100% dan spesifisitas 52.4% Kesimpulan : Terdapat kesesuaian yang signifikan antara HsTnI dengan LVEF untuk menilai efek kardiotoksik. HsTnI lebih cepat dan dapat digunakan sebagai alternatif dalam mendeteksi dini kardiotoksisitas doksorubisin pada kemoterapi neoajuvan CAF.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IB. 03-18 Hid h
Uncontrolled Keywords: Kanker payudara lanjut lokal, doksorubisin, kardiotoksisitas, LVEF, ekokardiografi, erCRP, HsTnI.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Bedah Umum
Creators:
CreatorsEmail
Yusfik Helmi Hidayat, 011218076302UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHantoro Ishardyanto, dr., Sp.B(K)OnkUNSPECIFIED
ContributorLeonita Anniwati, dr., Sp.PK(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 08 Mar 2018 21:54
Last Modified: 08 Mar 2018 21:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70515
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item