HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PREDISPOSISI, PEMUNGKIN, DAN PENDORONG DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PT SAMATOR GRESIK

RENDHAR PUTRI HILINTANG, 101511123103 (2018) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PREDISPOSISI, PEMUNGKIN, DAN PENDORONG DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PT SAMATOR GRESIK. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (28kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 9 March 2021.

Download (1MB)

Abstract

Penyebab terbesar kecelakaan kerja di industri adalah faktor manusia yaitu sebesar 80-85%, hal ini meliputi perilaku dari tenaga kerja. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi seseorang untuk berperilaku, yaitu predisposing factors (faktor predisposisi), enabling factors (faktor pemungkin/ pendukung), dan reinforcing factors (faktor penguat). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara predisosing factors, enabling factors, dan reinforcing factors dengan kepatuhan penggunaan APD. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah total dari seluruh populasi di divisi produksi PT. Samator yang berjumlah 39 tenaga kerja. Variabel independen penelitian ini adalah faktor predisposisi (umur, masa kerja, pengetahuan, dan sikap), faktor pemungkin (ketersediaan APD, pelatihan, dan promosi), serta faktor pendorong (peraturan, rekan kerja, dan pengawasan). Sedangkan, variabel dependen adalah kepatuhan penggunaan APD. Pengukuran kepatuhan penggunaan APD menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data untuk mengetahui kuat hubungan menggunakan koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 39 tenaga kerja sebagian besar tenaga kerja masih belum patuh menggunakan APD (69,2%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang lemah oleh faktor pengetahuan dan promosi, hubungan yang sedang oleh umur, sikap, dan pelatihan, serta hubungan yang kuat oleh masa kerja dan ketersediaan APD. Sedangkan berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui hubungan yang kuat adalah pengawasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor predisposisi yang memiliki kekuatan hubungan paling tinggi dengan kepatuhan penggunaan APD adalah faktor masa kerja, yaitu sebesar 0,508 (berhubungan kuat). Faktor pemungkin yang memiliki kekuatan hubungan paling tinggi dengan kepatuhan penggunaan APD adalah ketersediaan APD, yaitu sebesar 0,520 (berhubungan kuat). Sedangkan, faktor pendorong tidak bisa diidentifikasi kekuatan hubungannya dikarenakan data yang homogen. Saran bagi perusahaan adalah penyususnan jadwal pelatihan, pengecekan stok APD, serta pemberian reward dan punishment

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FKM 83/18 Hil h
Uncontrolled Keywords: predisposing factors, enabling factors, reinforcing factors.
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3566-3578 Public health
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RENDHAR PUTRI HILINTANG, 101511123103UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNoeroel Widajati, Dr., S.KM., M.ScUNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 08 Mar 2018 20:41
Last Modified: 08 Mar 2018 20:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70521
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item