RANCANGAN GRAFIK ACUAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BALITA DENGAN PENDEKATAN REGRESI NONPARAMETRIK BIRESPON BERDASARKAN ESTIMATOR LOKAL LINIER SEBAGAI PENENTUAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN PROBOLINGGO

SAMANTHA PARADISYA FIBI, 081411831031 (2018) RANCANGAN GRAFIK ACUAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BALITA DENGAN PENDEKATAN REGRESI NONPARAMETRIK BIRESPON BERDASARKAN ESTIMATOR LOKAL LINIER SEBAGAI PENENTUAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN PROBOLINGGO. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
KKC KK ST.S.18-18 Fib r ABSTRAK.pdf

Download (95kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
KKC KK ST.S.18-18 Fib r SKRIPSI.pdf
Restricted to Registered users only until 12 March 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Saat ini di Indonesia pemantauan status gizi pada balita dilakukan dengan bantuan alat kontrol KMS (Kartu Menuju Sehat) berdasarkan standar WHO-GS. Sampel negara yang digunakan pada standar WHO-GS adalah sampel balita di 6 negara, yaitu Brazil, Ghana, India, Norwegia, Oman, dan Amerika (de Onis et al., 2004). Perbedaan kondisi negara-negara sampel yang digunakan dengan balita di Indonesia dikhawatirkan adanya ketidaksesuaian dengan pertumbuhan balita di Indonesia terutama pada Kabupaten Probolinggo yang memiliki angka gizi buruk dan stunting tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2015 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Pemantauan Status Gizi (PSG), 2015). Tingginya angka tersebut perlu ditindaklanjuti oleh peneliti dengan merancang grafik acuan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan balita menurut usia berdasarkan kondisi balita lakilaki dan perempuan di Kabupaten Probolinggo. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang berasal dari pengambilan secara langsung pada saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan data sekunder yang berasal dari Puskesmas Probolinggo. Perancangan grafik acuan pertumbuhan balita ini dibuat dengan pemodelan regresi sebab pola pertumbuhan balita yang cenderung berubah disetiap tahap usia, sehingga akan lebih tepat dimodelkan dengan pendekatan secara lokal. Berdasarkan model terbaik pertumbuhan balita, hasil estimasi menunjukkan bahwa kenaikan berat badan dan tinggi badan balita tertinggi adalah ketika di awal pertumbuhan balita yaitu usia 0 sampai 4,83 bulan masing-masing sebesar 0,478 kg dan 1,935 cm untuk balita laki-laki dan usia 0 sampai 4,61 bulan masing-masing sebesar 0,487 kg dan 1,995 cm untuk balita perempuan. Menurut rata-rata pertumbuhan berat badan dan tinggi badan, balita laki-laki memiliki pertumbuhan lebih tinggi dibanding balita perempuan dengan rata-rata selisih berat badan masing-masing sebesar 0,36 kg dan tinggi badan sebesar 0,82 cm. Diperoleh juga nilai R-Square sebesar 99,86% untuk balita lakilaki sedangkan pada balita perempuan diperoleh nilai R-Square 99,9%. Sedangkan untuk perbandingan grafik acuan pertumbuhan Kabupaten Probolinggo dengan grafik standar WHO-GS menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan berat badan tinggi badan di Kabupaten Probolinggo lebih rendah. Perbedaan kedua grafik tersebut secara rata-rata untuk berat badan balita laki-laki dan balita perempuan masing-masing sebesar 1,70 kg dan 1,59 kg, sedangkan perbedaan tinggi badan balita laki-laki dan balita perempuan sebesar 4,79 cm dan 4,47 cm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK ST.S.18/18 Fib r
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Statistika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SAMANTHA PARADISYA FIBI, 081411831031UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorNur Chamidah, Dr., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorElly Ana, Ir., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 11 Mar 2018 22:24
Last Modified: 11 Mar 2018 22:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70610
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item