SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS INSTALASI RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA

YANUAR JAUHARI RAHMAN, 151410613065 (2017) SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS INSTALASI RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (20kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FV A 07-18 Rah s.pdf
Restricted to Registered users only until 14 March 2021.

Download (877kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Rumah Sakit Universitas Airlangga dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk pasien umum. Pada saat akan masuk rumah sakit pasien yang mendaftarkan diri lewat jalur umum harus membayar uang muka awal (down payment) yang mana uang muka awal ini secara otomatis digunakan untuk mengurangi tagihan biaya atas pelayanan kesehatan yang nanti didapat pasien dan pada saat keluar rumah sakit pasien yang menggunakan jalur umum tersebut harus melunasi semua tagihan sisa jika masih ada agar diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Langkah tersebut sebagai bentuk pengendalian internal rumah sakit atas kas yang di terima dari pelayanan rawat inap pasien umum. 2. Prosedur yang membentuk sistem pelayanan jasa kesehatan pasien umum yang ada di Rumah Sakit Universitas Airlangga adalah : a. Prosedur penerimaan/pendaftaran pasien. b. Prosedur tindakan/pelayanan dan perawatan medis. c. Prosedur peng-input-an dan penagihan down payment pasien umum. d. Prosedur penerimaan kas dan penyetoran kas ke bank. 3. Rumah sakit Universitas Airlangga menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) yang sudah tekomputerisasi dalam membantu pengorganisasian aktivitas operasional rumah sakit. Sehingga pelayanan jasa kesehatan jadi lebih terstruktur dan bisa berjalan dengan efektif serta efisien. Serta dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan sistem penerimaan kas instalasi rawat inap Rumah Sakit Universitas Airlangga sudah ada pemisahan fungsi yang baik antara fungsi operasi, fungsi penyimpanan, dan fungsi pencatatan. Sehingga dapat memperkecil terjadinya kecurangan yang diakibatkan oleh adanya suatu fungsi yang menjalankan dua atau lebih fungsi sekaligus. Dokumen yang digunakan jumlahnya juga tidak terlalu banyak karena hampir seluruhnya sudah terintegrasi dengan SIM-RS yang sudah terkomputerisasi. Dengan jumlah dokumen yang tidak banyak dapat meminimalisasi resiko hilangnya dokumen. Prosedur yang digunakan sudah terorganisasi dengan baik mulai dari prosedur penerimaan/pendaftaran pasien, prosedur pelayanan/perawatan medis, prosedur peng-input-an dan penagihan down paiment pasien umum, serta prosedur penerimaan kas dan penyetoran kas ke bank. Pengendalian internal yang diterapkan juga sudah sesuai dengan unsur pengendalian internal yang baik sehingga dapat meminimalisasi resiko terjadinya kecurangan dan dapat membuat kinerja manajemen jadi lebih efektif serta efisien. Namun tidak ada sistem yang sempurna masih ada beberapa kekurangan yang penulis temukan dalam sistem penerimaan kas instalasi rawat inap Rumah Sakit Universitas Airlangga, antara lain adalah adanya kemugkinan resiko kehilangan kas yang diakibatkan kurang baiknya penyimpanan yang dilakukan ketika fungsi kasir menyerahkan uang tersebut ke fungsi keuangan, fungsi keuangan harus menyimpan kas yang diterima dari pasien sebelum melakukan penyetoran kas masuk tersebut ke bank. Selain itu pada saat pasien sedang dalam pelayanan medis dan menanyakan rincian biaya maka bagian kasir belum bisa dengan cepat memberikan rincian biaya tersebut dikarenakan aturan yang ada memberikan pedoman jika rincian biaya tersebut akan dicetak jika pasien sudah di ijinkan pulang maka baru billing atau rincian biaya tadi bisa dicetak oleh bagian kasir dan diberikan kepada pasien/keluarga pasien untuk mengetahui tentang rincian biaya pelayanan kesehatan yang sudah pasien tersebut terima dari awal masuk rumah sakit hingga keluar rumah sakit. Secara keseluruhan instalasi rawat inap Rumah Sakit Universitas Airlangga sudah menerapkan sistem penerimaan kas yang sudah terorganisir dengan baik. Sistem penerimaan kas yang sudah terorganisir dengan baik ini juga ditunjang dengan adanya sistem SIM-RS membuat sistem tersebut berjalan dengan lebih efektif dan efisien serta dapat meminimalisasi resiko terjadinya kecurangan.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKB KK-2 FV A.07/18 Rah s
Uncontrolled Keywords: Akuntansi; Kas; RSUA
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Bisnis > D3 Akuntansi
Creators:
CreatorsNIM
YANUAR JAUHARI RAHMAN, 151410613065UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDiana Suteja, SE.,M.M.,AK.,CA.,UNSPECIFIED
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 13 Mar 2018 23:27
Last Modified: 13 Mar 2018 23:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70719
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item