Program Pertukaran Pemuda AIESEC Indonesia Untuk Mempromosikan Budaya Lokal Ke Masyarakat Internasional

BAGUS PRIAMBODO, 071145001 (2016) Program Pertukaran Pemuda AIESEC Indonesia Untuk Mempromosikan Budaya Lokal Ke Masyarakat Internasional. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_THI.02 18 Pri p.pdf

Download (188kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT_THI.02 18 Pri p.pdf
Restricted to Registered users only until 16 March 2021.

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (JURNAL)
JURNAL_THI.02 18 Pri p.pdf

Download (167kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi AIESEC Indonesia dalam usaha promosi budaya lokal Indonesia ke masyarakat internasional. Kasusnya adalah strategi AIESEC Indonesia, dalam mengangkat budaya lokal Indonesia ke mancanegara. Berdasar pengamatan pada mediamedia online resmi AIESEC Indonesia belum ditemukan pemanfaatan teknologi internet yang digunakan untuk promosi budaya lokal seperti keris, batik, wayang kulit, tarian daerah dan lain sebagainya. Sekilas informasinya terlihat statis, hanya berisi informasi dasar. Padahal saat ini muncul berbagai media online yang mempromosikan budaya lokal dan pariwisata lokal Indonesia dengan konten yang variatif, dinamis dan tampilan yang menarik. Menariknya pada salah satu menu di laman resmi AIESEC Indonesia menegaskan secara lugas bahwa aksi promosi budaya lokal Indonesia ke masyarakat internasional menjadi bagian dari program pertukaran pemuda yang dikenal dengan Global Citizen Programme. Berdasarkan pernyataan tersebut, muncul permasalahan penelitian: Bagaimanakah strategi AIESEC Indonesia untuk mengefektifkan program pertukaran pemuda yang bertujuan untuk mempromosikan budaya lokal Indonesia ke masyarakat internasional? Setelah dilakukan analisis ke berbagai data terkait, di dapatkan jawaban. Sejak AIESEC berdiri, hingga saat ini, terdapat dinamisasi program di dalamnya. Program yang telah ada di dalamnya dapat mengalami pergeseran prioritas. Namun ada yang tidak berubah yaitu pertukaran pelajar. Penyebabnya, pertukaran pemuda/pelajar secara fisik memiliki tujuan visioner, mempertimbangkan aspek masa depan, mengingat dinamika kekuatan global senantiasa bergejolak. Hubungan antara dua Negara pada masa sekarang baik, belum tentu di masa depan. Maka, perlu suatu investasi diplomatik yang tidak hanya bermanfaat sementara, tetapi juga bermanfaat di masa depan. Uniknya lagi mengapa pertukaran fisik masih bertahan hingga kini meski muncul kekuatan internet sebagai media komunikasi global, karena di kondisi konflikpun, masih dapat diupayakan. AIESEC Indonesia melalui program pertukaran pemudanya tidak khusus pada promosi budaya lokal dalam arti sempit, namun bertujuan lebih luas yaitu memberikan dampak positif ke masyarakat melalui proyek sosialnya terkait dengan isu internasional seperti Kemanusiaan, Kesehatan, Pendidikan, Budaya, Lingkungan dan Kewirausahaan. Hal tersebut tanda bahwa pertukaran pemuda adalah diplomasi budaya dan bagian dari diplomasi publik. Sedangkan promosi budaya lokal menjadi bagian di dalamnya. Teknologi internetpun didayagunakan oleh AIESEC Idonesia dalam mendukung praktik promosi budaya lokal sebagai bagian dari diplomasi budaya karena kemampuannya mendunia dan menciptakan berbagai inovasi strategi maupun konten yang edukatif, menarik dan menyentuh, meski pada praktiknya lebih diprioritaskan menjaga konektivitas dengan khalayaknya (pemuda) dan promosi program agar kahlayaknya tertarik berpartisipasi aktif bersama AIESEC Indonesia melalui berbagai program pertukarannya. Sampai saat ini AIESEC (termasuk AIESEC Indonesia) masih meyakini, dengan menghubungkan seluruh pemuda pemudi di dunia melalui aktivitas pertukaran fisik, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik dan layak bagi semua ras, suku bangsa serta memberikan pengalaman hidup baru yang mampu mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Terlebih promosi budaya lokal bagi AIESEC Indonesia tidak hanya promosi budaya dalam arti sempit (sebatas karya konkret) namun sebagai bagian dari diplomasi budaya yang berusaha untuk menciptakan hubungan antarbangsa yang harmonis sebagai upaya bersama menuju dunia lebih ramah, damai dan bersahabat.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 THI.02/18 Pri p
Uncontrolled Keywords: strategi, promosi, budaya lokal, pertukaran pemuda, teknologi, internet, masyarakat internasional, AIESEC Indonesia
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT101-395 Urban groups. The city. Urban sociology > HT321-325 The city as an economic factor. City promotion
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
BAGUS PRIAMBODO, 071145001UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSartika Soesilowati, Dra., MA., PhD.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs Nadia Tsaurah
Date Deposited: 15 Mar 2018 16:28
Last Modified: 15 Mar 2018 16:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70851
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item