PEMETAAN BIAYA PELAYANAN MEDIS SPESIALIS DASAR PADA PASIEN BPJS KESEHATAN RAWAT INAP DI RSU HAJI SURABAYA(Studi Kasus INA-CBGs Kelas III Rawat Inap Di FKRTL Kelas B )

HANNI AMBARASTI, 101414453067 (2018) PEMETAAN BIAYA PELAYANAN MEDIS SPESIALIS DASAR PADA PASIEN BPJS KESEHATAN RAWAT INAP DI RSU HAJI SURABAYA(Studi Kasus INA-CBGs Kelas III Rawat Inap Di FKRTL Kelas B ). Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (full text)
full text.pdf
Restricted to Registered users only until 16 March 2021.

Download (1MB)

Abstract

Penerapan tarif INA-CBGs di FKRTL (Rumah Sakit) telah merubah sistem pembayaran pelayanan kesehatan, dimana diterapkan sistem pembayaran secara prospektif dan borongan per kasus INA-CBGs. Dampaknya adalah terjadi selisih antara biaya pelayanan Rumah Sakit pada kasus INA-CBGs dengan tarif INACBGsnya. Tujuan penelitian ini adalah memetakan biaya pelayanan medis spesialis dasar pada pasien BPJS kelas III rawat inap untuk menentukan faktor yang membedakan antara kasus INA-CBGs rugi dan profit. Pemetaaan biaya pelayanan medis spesialis dasar pasien BPJS kelas III rawat inap dilakukan pada kasus INA-CBGs dengan diagnosis ICD-10 yang sama. Penelitian menelaah data retrospektif pasien secara cross-sectional yaitu data pasien yang telah menerima pelayanan Rumah Sakit pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data billing dan klaim pasien yang tersedia di Instalasi SIM dan Kerjasama RSU Haji Surabaya. Variabel pelayanan medis yang dipetakan adalah jenis dan besar biaya pelayanan medis, serta lama hari rawat pasien. Hasil pemetaan biaya pelayanan menunjukkan pada pelayanan medis spesialis dasar pasien BPJS kelas III rawat inap tahun 2015 di RSU Haji Surabaya, terdapat tiga faktor yang membedakan antara kasus INA-CBGs rugi dan profit yaitu volume dan jenis pelayanan medis, lama hari rawat pasien dan kondisi pasien. Pada kasus INA-CBGs rugi, volume dan jenis pelayanan medis yang dilakukan lebih banyak dan lebih bervariasi, lama hari rawat pasien lebih panjang, serta pasiennya memiliki kondisi yang lebih buruk dari pasien pada kasus profit walaupun pasien pada dua kelompok kasus rugi dan profit tersebut mempunyai diagnosis dan tingkat keparahan penyakit yang sama. Kasus INA-CBGs rugi dan profit dengan tiga faktor yang berbeda tersebut, pada proses koding INA-CBGs ternyata mendapatkan kode INA-CBGs dengan tingkat keparahan yang sama menyebabkan Rumah Sakit mendapatkan kerugian. Disarankan kepada Rumah Sakit untuk mengupayakan pelayanan medis yang efektif dan efisien, mengevaluasi efisiensi pelayanan medis, review unit-cost pelayanan medis, dan meningkatkan ketelitian proses koding INA-CBGs.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKC KK TKA 02/18 Amb p
Uncontrolled Keywords: tarif INA-CBGs, biaya pelayanan medis, lama hari rawat pasien, kondisi pasien
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > Administrasi Kebijakan Kesehatan
Creators:
CreatorsEmail
HANNI AMBARASTI, 101414453067UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNyoman Anita D, Dr.., drg., M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email indah.fatma@staf.unair.ac.id
Date Deposited: 15 Mar 2018 17:43
Last Modified: 15 Mar 2018 17:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/70863
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item