Perbandingan Peningkatan Kekuatan serta Hipertrofi Otot Biceps Brachii pada Latihan Penguatan dengan Intensitas Rendah, Kombinasi Intensitas Rendah dengan Aplikasi Restriksi Aliran Darah dan Intensitas Tinggi

David Sugiarto, NIM011318166302 (2016) Perbandingan Peningkatan Kekuatan serta Hipertrofi Otot Biceps Brachii pada Latihan Penguatan dengan Intensitas Rendah, Kombinasi Intensitas Rendah dengan Aplikasi Restriksi Aliran Darah dan Intensitas Tinggi. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
PPDS.IFR. 10-18 Sug p Abstrak.pdf

Download (310kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
PPDS.IFR. 10-18 Sug p.pdf
Restricted to Registered users only until 21 March 2021.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Latihan penguatan otot merupakan suatu bagian penting dalam program rehabilitasi. American College of Sport Medicine (ACSM) merekomendasikan untuk mendapatkan hasil peningkatan kekuatan dan hipertrofi otot dibutuhkan latihan penguatan otot dengan beban intensitas tinggi (≥70% 1 RM). Akhir – akhir ini diketahui bahwa latihan penguatan otot dengan beban intensitas rendah (20 - 30% 1 RM) yang dikombinasikan dengan aplikasi restriksi aliran darah juga dapat memberikan hasil peningkatan kekuatan dan hipertrofi otot. Untuk merestriksi aliran darah digunakan suatu manset. Manset tensimeter merupakan jenis manset yang dapat dengan mudah diperoleh di Indonesia. Tujuan: untuk membandingkan peningkatan kekuatan serta hipertrofi otot antara otot yang dilatih dengan latihan penguatan dengan beban intensitas tinggi, intensitas rendah yang dikombinasikan dengan aplikasi restriksi aliran darah dengan menggunakan manset tensimeter dan intensitas rendah saja. Metode: subyek penelitian (n=18) dibagi secara random dan merata ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok yang diberi latihan penguatan otot Biceps Brachii kiri dengan beban intensitas tinggi (70% 1 RM), intensitas rendah (30% 1 RM) yang dikombinasikan dengan aplikasi restriksi aliran darah dan intensitas rendah (30% 1 RM) saja. Sebelum diberikan program latihan dan setelah diberikan program latihan selama 5 minggu, tiap subyek diukur lingkar lengan kiri dan torsi maksimal fleksi sendi siku kiri untuk mengetahui adanya peningkatan hipertrofi dan kekuatan otot. Hasil: kelompok yang dilatih dengan intensitas tinggi dan dengan intensitas rendah dengan aplikasi restriksi aliran darah memberikan peningkatan diameter lengan kiri yang lebih besar secara bermakna dibandingkan dengan kelompok yang dilatih dengan intensitas rendah saja. Namun demikian, tidak ada perbedaan bermakna pada peningkatan diameter lengan kiri pada kelompok yang dilatih dengan intensitas tinggi dan dengan intensitas rendah dengan aplikasi restriksi aliran darah. Didapatkan perbedaan bermakna untuk peningkatan torsi maksimal fleksi sendi siku kiri di antara ketiga kelompok, baik pada kecepatan sudut 60o/detik, 120o/detik maupun 180o/detik. Pada kecepatan sudut 60o/detik, kelompok yang dilatih dengan intensitas rendah dengan aplikasi restriksi aliran darah memberikan peningkatan torsi maksimal fleksi sendi siku kiri yang paling besar secara bermakna dibandingkan dengan kedua kelompok yang lain. Pada kecepatan sudut 120o/detik dan 180o/detik, tidak ditemukan adanya perbedaan bermakna pada peningkatan torsi maksimal fleksi sendi siku kiri antara kelompok yang dilatih dengan intensitas tinggi dengan baik kelompok yang dilatih dengan intensitas rendah dengan aplikasi restriksi aliran darah maupun dengan kelompok yang dilatih dengan intensitas rendah saja. Namun demikian, pada kecepatan sudut 120o/detik dan 180o/detik, ditemukan perbedaan bermakna pada peningkatan torsi maksimal fleksi sendi siku kiri antara kelompok yang dilatih dengan intensitas rendah dengan aplikasi restriksi aliran darah dan kelompok yang dilatih dengan intensitas rendah saja. Kesimpulan: Latihan penguatan otot Biceps Brachii dengan beban intensitas rendah (30% 1 RM) yang dikombinasikan dengan aplikasi restriksi aliran darah dengan menggunakan manset tensimeter memberikan hasil hipertrofi dan peningkatan kekuatan otot Biceps Brachii yang lebih besar dibandingkan dengan latihan penguatan otot hanya dengan beban intensitas rendah saja (30% 1 RM). Dibandingkan dengan latihan penguatan otot dengan beban intensitas tinggi (70% 1 RM), latihan penguatan otot Biceps Brachii dengan beban intensitas rendah (30% 1 RM) yang dikombinasikan dengan aplikasi restriksi aliran darah dengan menggunakan manset tensimeter memberikan hasil hipertrofi otot yang sebanding serta peningkatan kekuatan otot yang lebih besar pada otot Biceps Brachii yang dilatih.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.IFR. 10-18 Sug p
Uncontrolled Keywords: latihan penguatan otot intensitas rendah, restriksi aliran darah, hipertrofi otot, torsi maksimal.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM930-931 Rehabilitation therapy
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Fisik & Rehab
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
David Sugiarto, NIM011318166302NIM011318166302
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorHening Laswati, Dr., dr., SpKFR (K)UNSPECIFIED
ContributorAndriati, dr., SpKFRUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 20 Mar 2018 18:29
Last Modified: 20 Mar 2018 18:29
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/71026
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item